YERUSALEM (Arrahmah.id) - Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu mengklaim Iran pernah berupaya membunuh salah satu putranya. Namun, ia tidak mengungkap identitas putranya yang menjadi target maupun memberikan rincian mengenai dugaan upaya pembunuhan tersebut.
Netanyahu menyampaikan klaim itu dalam wawancara melalui telepon dengan koresponden militer Channel 14, Noam Amir, pada Senin (24/8/2026).
“Ini sesuatu yang cukup luar biasa. Iran menargetkan salah satu putra saya. Iran mencoba membunuh salah satu putra saya,” kata Netanyahu.
Netanyahu memiliki dua putra, Yair dan Avner, tetapi ia tidak menyebut siapa di antara keduanya yang diduga menjadi sasaran.
Ia juga tidak menjelaskan kapan dugaan upaya tersebut terjadi, lokasi kejadian, metode yang digunakan, maupun seberapa dekat upaya itu dengan keberhasilan.
Reuters melaporkan bahwa misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai tuduhan tersebut.
Sejumlah laporan media 'Israel' menyebut informasi mengenai dugaan upaya pembunuhan tersebut telah ditahan dari publik selama berbulan-bulan.
Jurnalis 'Israel' Amit Segal dilaporkan menulis di Telegram tidak lama setelah Netanyahu mengungkapkan tuduhan itu bahwa dugaan upaya pembunuhan tersebut telah diketahui selama berbulan-bulan, tetapi pemberitaannya berada di bawah perintah pelarangan publikasi.
Meski demikian, laporan media 'Israel' maupun internasional setelah pernyataan Netanyahu belum memberikan informasi tambahan mengenai dugaan rencana tersebut.
Minimnya informasi yang tersedia untuk publik membuat klaim Netanyahu belum dapat diverifikasi secara independen.
Putra sulung Netanyahu, Yair, telah menghabiskan waktu cukup lama di Miami sejak awal 2024, sementara Avner tinggal di 'Israel'. AFP melaporkan bahwa Yair mendapat perlindungan dari Shin Bet selama berada di Amerika Serikat.
Netanyahu mengungkap dugaan rencana tersebut ketika membahas kontroversi mengenai pengamanan tokoh politik dan anggota keluarganya.
“Iran mencoba membunuh salah satu putra saya, dan karena itu perlindungan keamanan ini bukan kemewahan,” katanya.
Pada Juli, komite kementerian 'Israel' menyetujui perpanjangan pengamanan pribadi bagi istri Netanyahu, Sara, serta kedua putranya, Yair dan Avner, menurut Jerusalem Post.
Pengamanan keluarga Netanyahu telah menjadi kontroversi di 'Israel', terutama terkait biaya perlindungan terhadap Yair yang tinggal di luar negeri. (zarahamala/arrahmah.id)
