Memuat...

Imarah Islam: Serangan Pakistan Sebabkan Jatuhnya 1.119 Korban Sipil

Hanin Mazaya
Senin, 26 Oktober 2026 / 16 Jumadilawal 1448 19:06
Imarah Islam: Serangan Pakistan Sebabkan Jatuhnya 1.119 Korban Sipil
Abdul Qahar Balkhi. (Foto: Ariana News)

KABUL (Arrahmah.id) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Imarah Islam Afghanistan menyatakan bahwa 1.119 warga sipil telah tewas atau terluka akibat serangan militer Pakistan di Afghanistan sejak akhir tahun 2021.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Abdul Qahar Balkhi mengatakan bahwa sebagian besar korban dari serangan-serangan tersebut adalah perempuan dan anak-anak.

Balkhi menambahkan: “Sejak awal tahun 2022, 1.119 warga sipil telah tewas atau terluka dalam serangan-serangan ini; sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, termasuk ratusan orang di sebuah pusat rehabilitasi.”

“Alih-alih melontarkan tuduhan yang tidak berdasar, Pakistan seharusnya menangani tantangan keamanannya melalui keterlibatan yang bertanggung jawab dengan rakyatnya sendiri serta diplomasi yang tulus dengan pihak Afghanistan.”

Para pakar hukum berpendapat bahwa pengumpulan bukti yang kredibel—seperti laporan medis, kesaksian saksi mata, foto-foto, serta informasi akurat mengenai waktu dan lokasi serangan—sangat penting untuk menindaklanjuti kasus-kasus ini melalui forum internasional.

Menurut para pakar tersebut, investigasi independen dan pendokumentasian menyeluruh terhadap korban sipil dapat membuka jalan bagi proses hukum dan pertanggungjawaban pihak-pihak yang mungkin terlibat.

Rohullah Sakhizada, seorang pakar urusan hukum, mengatakan: “UNAMA memiliki wewenang untuk menyelidiki masalah ini berdasarkan Pasal 8 Statuta Roma. Jika tuduhan-tuduhan ini terbukti, pihak yang bertanggung jawab harus dihukum.”

Sayed Ebadullah Sadiq, seorang analis politik, menyatakan: “Imarah Islam harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan terkait hal ini dan meyakinkan Rusia, Tiongkok, Iran, serta negara-negara lain bahwa Pakistan telah melakukan tindak kejahatan.”

Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA) telah mendokumentasikan lebih dari 1.100 korban sipil—baik yang tewas maupun terluka—akibat kekerasan bersenjata lintas batas di Afghanistan sejak akhir tahun lalu.

UNAMA juga menekankan pentingnya menghormati hukum humaniter internasional serta mencegah jatuhnya korban di kalangan warga sipil. (haninmazaya/arrahmah.id)