Memuat...

Ansarallah Kembali Peringatkan Maskapai agar Hindari Bandara King Khalid Riyadh

Zarah Amala
Senin, 26 Oktober 2026 / 16 Jumadilawal 1448 12:54
Ansarallah Kembali Peringatkan Maskapai agar Hindari Bandara King Khalid Riyadh
Warga sipil berada di antara reruntuhan rumah mereka setelah serangan rudal menghantam sebuah kawasan permukiman di Kota Taiz. Pemerintah Yaman menuduh kelompok Houtsi berada di balik serangan tersebut. (Associated Press)

SANAA (Arrahmah.id) - Angkatan bersenjata Yaman yang berafiliasi dengan Ansarallah (Houtsi) kembali memperingatkan maskapai penerbangan dan penumpang agar tidak menggunakan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Mereka menyatakan operasi terhadap bandara tersebut akan terus berlanjut.

Juru bicara militer Ansarallah, Brigadir Jenderal Yahya Saree, dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu (24/10/2026) mengatakan bahwa maskapai internasional, regional, dan domestik, pegawai bandara, serta para pelancong harus menghindari fasilitas penerbangan tersebut.

“Angkatan bersenjata Yaman kembali memperingatkan seluruh maskapai internasional, regional, dan domestik, pegawai, serta penumpang agar tidak bepergian melalui Bandara King Khalid di Riyadh karena tidak aman dan merupakan target militer pasukan kami,” kata Saree, sebagaimana dikutip Al-Mayadeen.

Ia menyatakan pemerintah Arab Saudi bertanggung jawab atas segala konsekuensi jika bandara tersebut tetap beroperasi.

“Rezim Saudi menanggung konsekuensi dari setiap pengoperasian bandara dan dampak yang ditimbulkannya. Angkatan bersenjata akan terus melakukan operasi terhadap bandara itu sehingga tidak akan pernah aman,” ujarnya.

Pasukan yang berafiliasi dengan Ansarallah sebelumnya berulang kali menargetkan bandara tersebut. Serangan-serangan terdahulu dilaporkan merusak pesawat Saudi yang berada di darat, menimbulkan korban, dan memaksa penutupan bandara selama beberapa hari.

Mereka juga telah mengeluarkan peringatan yang lebih luas agar masyarakat tidak menggunakan bandara dan wilayah udara Arab Saudi, dengan mengecualikan bandara serta wilayah udara yang melayani dua kota suci, Makkah dan Madinah.

Pada Ahad (25/10), media militer yang berafiliasi dengan otoritas pimpinan Ansarallah merilis rekaman serangan terhadap konsentrasi pasukan dan kendaraan militer yang didukung Arab Saudi di front Al-Falihah dan Al-Radhah, wilayah selatan Marib.

Rekaman tersebut memperlihatkan serangan terhadap sejumlah posisi militer serta penghancuran beberapa kendaraan. Laporan itu menyebut Brigadir Jenderal Saudi Faris Al-Shammari sebagai pihak yang mengawasi front tersebut.

Beberapa hari sebelumnya, media militer yang sama merilis rekaman yang diklaim memperlihatkan jatuhnya helikopter serang AH-6i milik Arab Saudi di Najran.

Pasukan yang berafiliasi dengan Ansarallah menyatakan helikopter tersebut ditembak jatuh menggunakan rudal permukaan-ke-udara buatan lokal ketika menjalankan operasi yang mereka sebut sebagai tindakan permusuhan di dekat perbatasan Yaman.

Secara terpisah, Saree pada Ahad (25/10) mengeklaim pasukan Saudi melancarkan 56 serangan udara dan rudal terhadap fasilitas sipil selama 24 jam sebelumnya. Serangan tersebut, menurutnya, menyasar wilayah kegubernuran Hajjah, Lahj, Amran, Saada, Al-Jawf, Taiz, dan Ibb.

Ia mengatakan pesawat F-15 dan Typhoon yang beroperasi dari pangkalan Khamis Mushait dan Taif melancarkan serangan udara tersebut, sementara serangan rudal ditembakkan dari Najran.

Saree menyebut jumlah keseluruhan serangan udara dan rudal Saudi sejak eskalasi terbaru dimulai telah mencapai 3.179 serangan.

Kementerian Kesehatan pemerintah pimpinan Ansarallah di Sanaa melaporkan empat warga sipil terluka akibat serangan udara Saudi di Akamat Hubaysh, Distrik Al-Misrakh, wilayah selatan Taiz.

Koresponden Al-Mayadeen juga melaporkan serangan udara Saudi di Al-Athawir, wilayah selatan Taiz.

Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi pada Ahad (25/10) menyatakan telah mencegat dan menghancurkan 10 rudal balistik yang diluncurkan dari Yaman menuju wilayah selatan Arab Saudi.

Juru bicara koalisi, Turki Al-Maliki, mengumumkan pencegatan tersebut melalui platform X tanpa merinci kemungkinan korban luka atau kerusakan, menurut laporan Anadolu.

Sebelumnya, Al-Maliki mengatakan pasukan koalisi juga telah mencegat sebuah rudal jelajah yang mengarah ke Khamis Mushait, wilayah barat daya Arab Saudi.

Ia turut mengumumkan pencegatan satu rudal balistik dan dua drone yang diluncurkan menuju Riyadh.

Pernyataan tersebut muncul di tengah berlanjutnya serangan terhadap infrastruktur penerbangan dan energi Arab Saudi, serta operasi militer koalisi pimpinan Saudi di Yaman. (zarahamala/arrahmah.id)