Memuat...

Hamas Peringatkan Krisis Kelaparan Gaza Kian Parah, Desak Liga Arab Gelar Pertemuan Darurat

Zarah Amala
Senin, 26 Oktober 2026 / 16 Jumadilawal 1448 11:30
Hamas Peringatkan Krisis Kelaparan Gaza Kian Parah, Desak Liga Arab Gelar Pertemuan Darurat
Jubir Hamas Hazem Qassem (media sosial)

GAZA (Arrahmah.id) - Juru bicara Hamas Hazem Qassem mendesak Liga Arab menggelar pertemuan darurat untuk menyikapi apa yang disebutnya sebagai kembalinya kebijakan 'Israel' membuat warga Palestina di Jalur Gaza kelaparan.

“Kami menyerukan Liga Arab untuk menggelar pertemuan darurat guna menghadapi kebijakan pendudukan yang kembali membuat penduduk Jalur Gaza kelaparan,” kata Qassem.

Ia juga menyerukan mobilisasi di seluruh negara Arab untuk menekan pihak-pihak terkait agar mengambil langkah nyata dalam menghentikan kembali terjadinya krisis pangan di Gaza.

“Tidak masuk akal jika 'Israel' kembali menerapkan kebijakan kelaparan sementara semua pihak memilih diam,” ujarnya.

Seruan tersebut disampaikan bersamaan dengan pernyataan Hamas yang menuduh 'Israel' menghalangi masuknya pasokan pangan pokok ke Gaza, sembari terus melancarkan serangan militer di berbagai wilayah.

Hamas mendesak para mediator dan negara-negara penjamin kesepakatan gencatan senjata segera turun tangan, menekan Israel agar mengakhiri blokade, serta menyalurkan bantuan kepada lebih dari dua juta warga Palestina yang menghadapi kelaparan dan serangan setiap hari.

Menurut Hamas, tindakan 'Israel' mengabaikan kewajibannya berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, sekaligus mengesampingkan upaya dan komitmen para mediator serta negara-negara penjamin.

Dalam pernyataan terpisah pada Ahad (25/10/2026), Hamas menyebut serangan udara 'Israel' terhadap kampus Universitas Islam di Kota Gaza menewaskan tiga pegawai universitas dan melukai sejumlah orang lainnya ketika mahasiswa berada di lokasi.

Hamas menyebut serangan tersebut sebagai kejahatan perang dan bagian dari genosida yang terus berlangsung di Jalur Gaza.

Kampus Universitas Islam Gaza diserang dua kali pada Ahad (25/10). Serangan pertama melukai sejumlah orang dan membuat pihak universitas menghentikan sementara kegiatan akademik serta administrasi. Serangan berikutnya menewaskan tiga warga Palestina dan melukai sejumlah lainnya.

Hamas menuduh pemerintah 'Israel' terus meningkatkan pelanggaran terhadap gencatan senjata melalui serangan harian yang menyasar kawasan permukiman, tenda-tenda pengungsi, dan lembaga sipil.

Kelompok tersebut juga menuduh pasukan 'Israel' memperluas penguasaan atas tanah Palestina dengan menggeser garis kuning ke arah barat, disertai pembatasan pasokan pangan pokok.

Hamas kembali menyerukan para mediator dan negara-negara penjamin kesepakatan untuk menekan Israel agar menghentikan serangan terhadap warga sipil, mengakhiri blokade, dan memenuhi komitmennya berdasarkan perjanjian gencatan senjata. (zarahamala/arrahmah.id)