Memuat...

Iran Janjikan Balasan Setimpal buat AS dan 'Israel' atas Tewasnya Larijani

Zarah Amala
Rabu, 18 Maret 2026 / 29 Ramadan 1447 09:59
Iran Janjikan Balasan Setimpal buat AS dan 'Israel' atas Tewasnya Larijani
Ali Larijani memberikan konferensi pers di Teheran, Iran, 1 Desember 2019 (AP)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Pemerintah Republik Islam Iran secara resmi mengumumkan masa berkabung pada Selasa malam (17/3/2026) setelah konfirmasi gugurnya Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Agung, Ali Larijani, dalam serangan udara gabungan AS dan 'Israel'. Laporan dari kantor berita Fars menyebutkan bahwa jet tempur musuh menargetkan kediaman putri Larijani, yang juga menewaskan putra Larijani (Morteza), asisten keamanan Ali Reza Bayat, serta sejumlah pengawal.

Gugurnya Larijani terjadi hampir bersamaan dengan tewasnya Komandan Pasukan Basij, Gholamreza Soleimani, dalam serangan terpisah. Prosesi pemakaman besar-besaran direncanakan berlangsung pada Rabu (18/3) di pusat kota Teheran, yang juga akan melepas lebih dari 80 pelaut Iran yang gugur dalam insiden tenggelamnya fregat mereka di lepas pantai Sri Lanka baru-baru ini.

Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa garis perlawanan yang berlandaskan rasionalitas dan visi jangka panjang akan terus berlanjut meski tanpa Larijani. Ia menyebut rezim di balik serangan ini sebagai entitas paling kriminal dalam sejarah manusia dan menjanjikan kemenangan telak bagi Iran.

Garda Revolusi (IRGC) merilis pernyataan keras yang menekankan bahwa darah Larijani akan menjadi sumber kekuatan baru untuk melawan arogansi global dan Zionisme internasional. Mereka bersumpah tidak akan pernah melupakan misi membalas dendam.

Larijani dikenang sebagai pemikir dan politisi revolusioner yang meninggalkan jejak besar di berbagai posisi strategis, mulai dari Ketua Parlemen, Kepala Radio & Televisi (IRIB), hingga jabatan terakhirnya di Dewan Keamanan Nasional.

Kepala Otoritas Yudisial, Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i, menyampaikan belasungkawa dan menyatakan keyakinannya bahwa angkatan bersenjata Iran, dengan dukungan rakyat, akan menuntut balas atas "darah suci" tersebut kepada Amerika Serikat dan 'Israel'.

Upacara pemakaman hari ini diharapkan menjadi momentum unjuk kekuatan dan persatuan rakyat Iran di tengah gempuran udara yang terus menyasar para petinggi negara sejak akhir Februari lalu.

Kehilangan Ali Larijani merupakan guncangan politik terbesar bagi Iran setelah tewasnya Ali Khamenei di awal perang. Larijani dikenal sebagai diplomat ulung yang mampu menjembatani hubungan antar-negara Islam. Dengan tewasnya tokoh moderat-strategis ini, arah kebijakan luar negeri Iran di bawah pemimpin baru Mojtaba Khamenei diprediksi akan semakin konfrontatif dan tertutup bagi ruang negosiasi. (zarahamala/arrahmah.id)