Memuat...

Iran Klaim 3.500 Tewas dalam Perang Lawan AS-Israel

Hanoum
Ahad, 19 April 2026 / 2 Zulkaidah 1447 04:23
Iran Klaim 3.500 Tewas dalam Perang Lawan AS-Israel
Potret para korban yang dilaporkan tewas dalam serangan udara AS-Israel terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di Teheran, pada 13 April. [Foto: AFP]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Otoritas Iran melaporkan bahwa sedikitnya sekitar 3.468 hingga hampir 3.500 orang tewas sejak pecahnya perang dengan Amerika Serikat dan 'Israel' pada akhir Februari 2026. Angka tersebut disampaikan oleh lembaga resmi Iran yang menangani korban perang dan disiarkan melalui media pemerintah.

Menurut Al Jazeera (16/4/2026), korban jiwa mencakup warga sipil dan personel militer yang terdampak serangan udara serta operasi militer selama konflik berlangsung.

Seorang pejabat Iran dari lembaga urusan martir dan veteran menyatakan, Hingga saat ini, hampir 3.500 orang telah gugur akibat agresi Amerika Serikat dan Israel,”

Data tersebut sejalan dengan laporan sebelumnya yang menyebut lebih dari 3.000 orang tewas di Iran sejak perang dimulai, dengan sebagian besar korban berada di wilayah yang menjadi target serangan militer.

Konflik ini bermula pada 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan 'Israel' melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran melalui serangan ke wilayah 'Israel', pangkalan militer AS, serta kawasan Teluk.

Selain korban jiwa di Iran, perang juga meluas ke beberapa negara lain di kawasan seperti Lebanon dan Irak, menyebabkan ribuan korban tambahan serta kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Media seperti The Straits Times dan Middle East Eye juga melaporkan angka korban yang serupa, menunjukkan tingginya eskalasi konflik dan dampaknya terhadap populasi sipil.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat bertambah seiring berlanjutnya konflik. Mereka juga menuduh serangan yang dilakukan AS dan 'Israel' sebagai pelanggaran hukum internasional.

Dengan situasi yang masih memanas, krisis kemanusiaan akibat konflik ini diperkirakan akan terus memburuk jika tidak ada solusi diplomatik yang segera tercapai. (hanoum/arrahmah.id)