GAZA (Arrahmah.id) - Delapan warga Palestina, termasuk seorang anak dan lima anggota kepolisian, gugur dalam serangkaian serangan 'Israel' di Jalur Gaza pada Ahad (1/11). Informasi tersebut disampaikan sejumlah sumber medis kepada Anadolu.
Seorang sumber di Rumah Sakit Nasser mengatakan lima warga Palestina gugur akibat serangan udara di kawasan Al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis. Kementerian Dalam Negeri Gaza mengonfirmasi bahwa kelima korban merupakan anggota kepolisian yang sedang menjalankan tugas rutin.
Menurut sumber-sumber lokal yang dikutip Anadolu, serangan tersebut menghantam kawasan dekat sejumlah sekolah anak-anak sehingga memicu kepanikan di kalangan siswa. Sementara itu, Quds News Network (QNN) melaporkan bahwa serangan dilakukan menggunakan pesawat nirawak 'Israel'.
Kementerian Dalam Negeri Gaza mengidentifikasi kelima korban sebagai Letnan Kolonel Muhammad Zakaria Al-Jamal (44), Mayor Bassam Naamat Miqdad (53), Sersan Satu Muhammad Amin Al-Nams (37), Asisten Polisi Shaher Muhammad Zaarab (28), dan Asisten Polisi Muhammad Ali Abu Shaar (23).
Dalam pernyataannya, kementerian mendesak masyarakat internasional segera bertindak untuk menghentikan serangan 'Israel' terhadap personel kepolisian. Kementerian menegaskan bahwa kepolisian menjalankan tugas sipil yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan masyarakat.
Kementerian juga menyebut sedikitnya 75 anggota dan personel kepolisian tewas akibat serangan 'Israel' sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025.
Di Kota Gaza, serangan udara 'Israel' di Jalan Al-Thawra menewaskan tiga warga Palestina, termasuk seorang ayah dan putranya yang berusia empat tahun. Informasi tersebut disampaikan sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa kepada Anadolu.
Enam orang lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda, termasuk seorang perempuan dan anaknya. Sumber-sumber lokal menyebut pesawat nirawak 'Israel' menargetkan sekelompok warga sipil yang sedang berkumpul di jalan tersebut.
Di Khan Yunis, pasukan 'Israel' menembak seorang warga Palestina hingga mengalami luka di bagian paha. Seorang anak perempuan berusia dua tahun juga tertembak di kepala. Sumber medis menyebut kondisi anak tersebut tergolong sedang.
Sementara itu, tembakan pasukan 'Israel' melukai sejumlah warga Palestina di Kamp Halawa, tempat pengungsian keluarga-keluarga yang berada di sebelah timur Kamp Pengungsi Jabaliya, Gaza utara. Salah satu korban adalah seorang perempuan yang tiba di rumah sakit dalam kondisi kritis.
QNN juga melaporkan suara tembakan intensif dari kendaraan militer 'Israel' ke arah wilayah selatan dan timur Khan Yunis. Selain itu, pasukan 'Israel' kembali melancarkan tembakan artileri ke sejumlah kawasan di bagian timur kota tersebut.
Serangkaian serangan itu terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran 'Israel' terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025. Pelanggaran tersebut mencakup serangan udara, tembakan artileri, dan penembakan di berbagai wilayah Jalur Gaza.
Data Kementerian Kesehatan Gaza yang dirilis sebelum serangan terbaru pada Ahad mencatat sedikitnya 1.580 warga Palestina gugur dan 5.711 lainnya terluka sejak gencatan senjata diberlakukan.
Adapun jumlah kumulatif yang diumumkan kementerian pada Sabtu (31/10) mencatat 74.594 warga Palestina gugur dan 175.834 lainnya terluka sejak dimulainya serangan 'Israel' di Jalur Gaza pada Oktober 2023. Kementerian menyebut serangan tersebut sebagai genosida. (zarahamala/arrahmah.id)
