TORKHAM (Arrahmah.id) -- Pasukan Pakistan dan Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA) kembali terlibat baku tembak di perlintasan perbatasan Torkham pada Ahad (1/11/2026) tengah hari. Bentrokan itu terjadi setelah militer IIA mencoba membangun pos pemeriksaan dekat perlintasan dan ditentang pasukan Pakistan, menurut sumber lokal. Ini bentrokan ketiga di Torkham dalam sepekan.
Dilansir Hasht-e Subh (1/11), sumber lokal mengatakan bentrokan dimulai sekitar tengah hari. Staf lembaga kemanusiaan meninggalkan area itu setelah pertempuran, dan IIA mengevakuasi kamp warga Afghanistan yang dideportasi dari Pakistan serta memindahkan para pemulang dari lokasi itu.
ABNA mencatat kedua pihak memakai senjata ringan dan berat. Bentrokan dipicu pembangunan pos perbatasan dan masih berlangsung saat laporan ditulis, dan tidak ada pejabat kedua pihak yang berkomentar. Korban jiwa atau luka belum dilaporkan.
Insiden ini menyusul bentrokan sebelumnya. Pada Rabu (28/10), sumber melaporkan baku tembak terputus-putus sejak pagi di Torkham dengan senjata ringan dan berat, dan tembakan Pakistan melukai seorang anak yang dideportasi dari Pakistan dan seorang pegawai lembaga bantuan.
Sehari sebelumnya, kedua pihak juga bentrok di perbatasan Angoor Ada, distrik Barmal, Provinsi Paktika. Pejabat Pakistan menyebut satu warga sipil tewas dan lima luka akibat mortir IIA yang menghantam rumah di Waziristan Selatan. Kayhan, mengutip Long War Journal, menyebut sedikitnya tiga bentrokan di berbagai sektor perbatasan sejak 19 Oktober.
Perselisihan ini merupakan bagian dari ketegangan lebih besar. Kayhan mengutip UNAMA yang mencatat lebih dari 1.700 korban sipil akibat kekerasan lintas batas di Afghanistan antara Oktober 2025 dan September 2026.
Menurut OCHA, lebih dari 600.000 orang kembali ke Afghanistan lewat Torkham pada Januari hingga awal Oktober 2026, hampir 85 persen dari pemulangan dari Pakistan. Hasht-e Subh dan Afghan Islamic Press (AIP) melaporkan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Washington siap membantu meredakan ketegangan Pakistan-IAI. (hanoum/arrahmah.id)
