Memuat...

Kawanan Bersenjata Culik Belasan Anak di Nigeria Saat Pulang dari Ladang

Hanoum
Senin, 2 November 2026 / 23 Jumadilawal 1448 05:14
Kawanan Bersenjata Culik Belasan Anak di Nigeria Saat Pulang dari Ladang
Sekitar 12 anak diculik di negara bagian Niger, Nigeria tengah, kata pihak berwenang pada 1 November 2026.. [Foto: TRT Africa]

MINNA (Arrahmah.id) -- Pria bersenjata menculik sedikitnya 12 anak di Negara Bagian Niger, Nigeria tengah, pada Sabtu (31/10/2026), saat anak-anak itu pulang dari ladang tempat mereka membantu guru memanen jagung. Laporan keamanan menyebut jumlah korban hingga 18 anak, sedangkan seorang warga menyebut sekitar 12. Polisi belum memberi tanggapan atas penculikan itu.

Dilansir TRT Afrika (01/11/2026), penculikan terjadi dekat kota Maigujeri di distrik Rafi. Para pelaku menunggang sepeda motor, dan sumber setempat serta sumber keamanan menyampaikan kabar itu pada Ahad.

Laporan AFP yang dimuat media lain menyebut anak-anak itu membantu guru sekolah Al Quran mereka. Warga setempat, Mohammed Abdullahi, mengatakan satu anak tertembak dan dirawat di rumah sakit di Minna, ibu kota negara bagian. Identitas dan usia anak-anak itu belum dipublikasikan.

Laporan keamanan yang dilihat AFP menyebut 18 anak diculik, sedangkan Abdullahi menyebut angka mendekati 12. Media Nigeria News Central menulis polisi negara bagian belum menjawab permintaan komentar tentang operasi penyelamatan. Pada 29 Oktober, polisi Niger menyatakan tim gabungan menyelamatkan enam petani yang diculik sehari sebelumnya di Rafi, menurut Gazette.

Penculikan ini menambah rentetan serangan di negara bagian itu. Geng kriminal bersenjata yang disebut “bandit” meningkatkan penyerbuan, penculikan, dan pencurian ternak di Niger dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian geng itu menjalin hubungan dengan kelompok teroris yang beroperasi di Nigeria barat laut dan tengah.

Sedikitnya 47 petani, banyak di antaranya perempuan, diculik pada September saat memanen kacang tanah, dan sekitar 50 anak diculik dari ladang pada Agustus lalu dibebaskan setelah uang tebusan dibayar. Lebih dari 250 anak dari sekolah asrama Katolik di Papiri, juga di Negara Bagian Niger, diculik November lalu dan dibebaskan sebulan kemudian setelah tebusan besar dibayar. (hanoum/arrahmah.id)