Memuat...

Jamaah Haji Lansia Diimbau Tak Memaksakan Shalat Arbain, Prioritaskan Kesehatan Jelang Puncak Haji

Ameera
Senin, 27 April 2026 / 10 Zulkaidah 1447 10:08
Jamaah Haji Lansia Diimbau Tak Memaksakan Shalat Arbain, Prioritaskan Kesehatan Jelang Puncak Haji
Jamaah Haji Lansia Diimbau Tak Memaksakan Shalat Arbain, Prioritaskan Kesehatan Jelang Puncak Haji

JAKARTA (Arrahmah.id) - Jamaah haji Indonesia, khususnya lanjut usia (lansia), diimbau tidak memaksakan diri menjalankan Shalat Arbain di Masjid Nabawi apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

Imbauan ini disampaikan guna menjaga kebugaran jamaah menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), yang merupakan rangkaian utama dalam pelaksanaan haji.

Petugas Bimbingan dan Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi, Anis Diyah Puspita, menegaskan bahwa Shalat Arbain bukan termasuk rukun maupun kewajiban dalam ibadah haji.

“Shalat Arbain bukan sesuatu yang harus dituntut kepada jamaah. Yang terpenting adalah menjaga kondisi agar tetap prima untuk puncak haji,” ujar Anis di Bandara Madinah, Ahad (26/4/2026).

Shalat Arbain sendiri merupakan pelaksanaan shalat berjamaah selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi yang biasanya dijalani selama delapan hari.

Amalan ini memang banyak diupayakan oleh jamaah sebagai bentuk keutamaan beribadah di tanah suci.

Namun demikian, Anis mengingatkan agar keinginan menuntaskan 40 waktu shalat tersebut tidak sampai mengorbankan kondisi fisik, terutama bagi jamaah lansia.

Ia menekankan bahwa kelelahan atau jatuh sakit justru dapat mengganggu pelaksanaan wukuf di Arafah, yang merupakan rukun haji dan tidak dapat ditinggalkan.

Menurutnya, jamaah tetap dianjurkan beribadah di Masjid Nabawi sesuai kemampuan. Akan tetapi, jika kondisi fisik menurun, melaksanakan shalat di hotel tetap diperbolehkan.

“Silakan shalat di Nabawi, tetapi jika kondisi tidak fit, tidak apa-apa melaksanakan shalat di hotel. Tidak perlu memaksakan diri,” katanya.

Imbauan ini menjadi semakin penting mengingat dari sekitar 203 ribu jamaah haji reguler Indonesia tahun ini, sebanyak 44.432 di antaranya merupakan jamaah lansia yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji.

(ameera/arrahmah.id)