DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Pemerintah Suriah mengecam keras serangan bersenjata yang terjadi saat acara makan malam White House Correspondents’ Dinner di Washington, D.C., yang dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Sabtu (25/4/2026) malam.
Kecaman tersebut disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri Suriah yang menyebut aksi penembakan itu sebagai tindakan kriminal yang mengancam stabilitas dan keamanan. Pernyataan resmi itu dilaporkan oleh kantor berita pemerintah Suriah, Syrian Arab News Agency (SANA), pada Ahad (26/4).
Insiden terjadi di Washington Hilton saat berlangsungnya acara tahunan yang dihadiri pejabat tinggi pemerintah, jurnalis, dan tokoh publik. Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di area dekat ballroom, memicu kepanikan dan evakuasi cepat terhadap Trump serta tamu lainnya oleh Secret Service.
Pelaku yang diidentifikasi sebagai Cole Thomas Allen berhasil diamankan di lokasi. Aparat menyebut pelaku bertindak sendiri, sementara satu petugas keamanan dilaporkan terkena tembakan namun selamat karena menggunakan rompi antipeluru.
Dalam pernyataannya, pemerintah Suriah menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk kekerasan terhadap tokoh publik dan acara resmi internasional.
“Suriah mengutuk keras serangan bersenjata yang menargetkan acara tersebut dan menegaskan penolakan terhadap segala bentuk terorisme dan kekerasan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah yang dikutip Syrian Arab News Agency.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap keamanan acara berskala besar dan perlindungan terhadap pemimpin negara. Sejumlah media internasional seperti Reuters dan Associated Press melaporkan bahwa insiden tersebut kembali menyoroti ancaman kekerasan politik di Amerika Serikat.
Hingga saat ini, motif pelaku masih dalam penyelidikan aparat penegak hukum Amerika Serikat. Pemerintah setempat memastikan situasi telah terkendali dan tidak ada ancaman lanjutan, sementara acara resmi tersebut dibatalkan dan dijadwalkan ulang.
Peristiwa ini menambah daftar panjang reaksi internasional terhadap insiden penembakan tersebut, sekaligus menegaskan dampak global dari keamanan dalam negeri Amerika Serikat terhadap persepsi stabilitas internasional. (hanoum/arrahmah.id)
