Memuat...

Terus Ungkap Realitas Palestina, YouTuber Hamza Saadeh Kena Teror Tentara 'Israel'

Zarah Amala
Rabu, 6 Mei 2026 / 19 Zulkaidah 1447 12:16
Terus Ungkap Realitas Palestina, YouTuber Hamza Saadeh Kena Teror Tentara 'Israel'
YouTuber Hamza Saadeh terus ekspos kejahatan 'Israel' di Palestina (Al Jazeera)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - YouTuber ternama asal Amerika Serikat berdarah Palestina, Hamza Saadeh, terus konsisten menyajikan konten yang mengungkap berbagai pelanggaran 'Israel' di wilayah Palestina, meski ia kerap menerima ancaman pembunuhan secara terbuka dari tentara 'Israel'.

Sejak 7 Oktober 2023, Saadeh telah mengubah fokus kontennya dari dunia gim ke ranah politik, dengan misi memperkenalkan realitas yang selama ini coba disembunyikan oleh pihak 'Israel' dari publik Amerika.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera Mubasher, Saadeh menegaskan bahwa ancaman kematian yang ia terima saat melakukan siaran langsung tidak akan menghentikan langkahnya. Ia mengungkapkan bahwa tentara 'Israel' sering muncul dalam interaksi daringnya untuk mengancam dirinya, keluarganya, bahkan orang-orang yang ia kenal.

Menurut Saadeh, pengakuan tentara 'Israel' dalam siaran langsung tersebut sangat mengejutkan. Mereka secara terbuka mengakui telah membunuh anak-anak dan melindas warga dengan kendaraan tempur, bahkan menganggap tindakan tersebut sebagai aktivitas rutin. Saadeh juga menyoroti upaya para tentara untuk melegitimasi praktik kekerasan yang telah berlangsung selama 70 tahun di Palestina sebagai tindakan yang "etis."

Keputusan Saadeh untuk beralih sepenuhnya ke konten politik membawa konsekuensi profesional yang signifikan. Ia kehilangan kontrak dengan sejumlah merek dan ditinggalkan oleh rekan kerja serta sebagian pengikutnya. Namun, tekanan tersebut diimbangi dengan dukungan kuat dari khalayak baru yang mengapresiasi keberaniannya.

Kontennya bahkan kini disoroti oleh tokoh-tokoh penting, termasuk sejarawan 'Israel', Avi Shlaim, serta sejumlah jurnalis dan akademisi ternama.

Saadeh meyakini bahwa media sosial kini berfungsi sebagai sarana pembelajaran krusial bagi publik yang mencari informasi di luar narasi arus utama. Ia menilai video-videonya telah memicu perubahan besar dalam cara pandang masyarakat Amerika terhadap apa yang terjadi di Gaza.

"Ketika masyarakat Amerika mendengar cerita-cerita ini langsung dari mulut tentara 'Israel', mereka berhadapan dengan kenyataan yang belum pernah mereka dengar sebelumnya," jelas Saadeh. Ia menegaskan bahwa dorongan untuk terus melangkah berasal dari nilai-nilai keteguhan yang ditanamkan oleh ibunya sejak kecil, serta tanggung jawab moralnya untuk menyingkap kekerasan yang dilakukan pemukim di Tepi Barat dan militer di Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)