KABUL (Arrahmah.id) -- Pemerintah Imarah Islam Afghanistan (IIA) mengirimkan sebanyak 530 ton bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza melalui perbatasan Rafah, Mesir, pada Kamis (15/4/2026). Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu ribuan keluarga yang terdampak konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
Menurut keterangan resmi Kementerian Informasi IIA, seperti dilansir TRT World (16/4), bantuan tersebut terdiri dari bahan makanan, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya dengan nilai sekitar 500 ribu dolar AS. Bantuan ini dipersiapkan oleh delegasi IIA di Mesir sebelum akhirnya dikirim ke Gaza untuk didistribusikan kepada sekitar 22.000 keluarga.
Pengiriman dilakukan sebagai bagian dari komitmen Afghanistan dalam mendukung rakyat Palestina di tengah situasi kemanusiaan yang disebut masih kritis. Jalur distribusi dilakukan melalui perlintasan Rafah, yang menjadi pintu utama masuknya bantuan internasional ke Gaza.
Pemerintah IIA juga menegaskan sikap politiknya terkait konflik Palestina. Dalam pernyataannya, mereka menekankan bahwa penyelesaian konflik harus mengacu pada hak-hak sah rakyat Palestina dan fakta sejarah yang diakui secara internasional.
Seorang juru bicara pemerintah IIA menyatakan, “Kami menegaskan posisi tegas kami bahwa isu Palestina harus diselesaikan sesuai hak-hak sah rakyat Palestina.”
Langkah ini dilakukan di tengah kondisi kemanusiaan di Gaza yang masih memprihatinkan. Laporan berbagai lembaga internasional menyebut pasokan bantuan yang masuk masih jauh dari cukup, sementara kebutuhan dasar seperti makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal terus meningkat akibat konflik yang belum mereda.
Pengiriman bantuan ini juga mencerminkan hubungan historis Afghanistan yang sejak lama menunjukkan dukungan terhadap perjuangan Palestina, baik melalui bantuan kemanusiaan maupun pernyataan politik di forum internasional. (hanoum/arrahmah.id)
