Memuat...

Kuwait beretorika anti-pendudukan 'Israel' di Palestina

Althaf
Sabtu, 26 September 2020 / 9 Safar 1442 18:57
Kuwait beretorika anti-pendudukan 'Israel' di Palestina
Perdana Menteri Kuwait Sheikh Sabah al-Khaled Al-Sabah di Kota Kuwait pada 22 September 2020 [YASSER AL-ZAYYAT / AFP / Getty Images]

KOTA KUWAIT (Arrahmah.com) - Perdana Menteri Kuwait menegaskan kembali posisi negaranya yang berprinsip dan tegas dalam mendukung pilihan rakyat Palestina untuk mendapatkan hak-hak mereka yang sah, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (26/9/2020).

"Perjuangan Palestina masih menempati posisi sentral sejarah dan penting di dunia Arab dan Islam," kata Sabah Khaled Al-Hamad Al-Sabah pada sesi ke-75 Majelis Umum PBB melalui tautan video.

Al-Sabah menekankan pentingnya upaya yang berkelanjutan untuk meluncurkan kembali perundingan untuk mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif sesuai dengan Prakarsa Perdamaian Arab.

Dia menyerukan diakhirinya pendudukan 'Israel' dan pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Al-Sabah juga menegaskan kembali posisi Kuwait bahwa solusi politik adalah satu-satunya solusi untuk krisis yang sedang berlangsung di Yaman.

Dia meminta semua pihak untuk menyetujui proposal yang diajukan oleh Martin Griffiths, utusan khusus PBB untuk Yaman.

Perdana menteri Kuwait juga mendesak semua pihak dalam konflik Libya untuk menahan diri dan memungkinkan solusi damai berdasarkan dialog. (Althaf/arrahmah.com)