Memuat...

Muslim Irak jalankan ibadah puasa di tengah kondisi perang

Ameera
Selasa, 14 Juni 2016 / 9 Ramadan 1437 13:00
Muslim Irak jalankan ibadah puasa di tengah kondisi perang
Meskipun kekerasan marak melanda Irak, semangat Ramadhan masih terasa di mana-mana di seluruh ibukota.

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Meskipun kekerasan di Irak masih berlangsung, semangat Ramadhan, bulan puasa, masih bisa dilihat dan dirasakan di mana-mana di seluruh ibukota Baghdad.

Warga ibukota berbondong-bondong untuk berbelanja di pasar Azamiya Baghdad - yang menjadi target beberapa serangan extrem dalam beberapa bulan terakhir.

Banyak juga dari mereka yang pergi ke pasar Azamiya yang terletak di dekat makam ulama Muslim Abu Hanifah al-Nuaman - terutama di pagi hari - untuk persediaan makanan untuk berbuka puasa.

"Pasar sangat sibuk dari buka puasa sampai Sahur," kata seorang pemilik toko, Ali Muhammad, sebagaimana dilasir World Bulletin, Senin (13/6/2016).

Kebanyakan pelanggan, kata dia, cenderung membeli minuman dingin untuk membantu mereka melalui malam-malam yang panas di musim panas di Baghdad.

Pada malam hari, banyak warga Muslim Baghdad berduyun-duyun ke masjid di ibukota untuk melakukan shalat tarawih.

"Meskipun masih dilanda kekerasan, kami tetap melakukan tarawih dan shalat-shalat yang lain," kata warga Baghdad Haji Abdul-Kader Dawud.

Dawud, yang kehilangan dua saudaranya akibat serangan bom baru-baru ini, menyesalkan kekerasan yang terus berlangsung di Irak.

"Kelompok ekstremis ISIS telah menghancurkan negara ini," katanya.

(ameera/arrahmah.com)