Memuat...

Perang di Selat Hormuz, Warga India Terpaksa Memasak dengan Kayu Bakar

Hanoum
Selasa, 31 Maret 2026 / 12 Syawal 1447 04:24
Perang di Selat Hormuz, Warga India Terpaksa Memasak dengan Kayu Bakar
Tidak ada gas, warga India beralih memasak menggunakan kayu bakar. [Foto: Free Press Joirnal]

NEW DELHI (Arrahmah.id) -- Krisis energi akibat perang di Selat Hormuz mulai berdampak langsung ke kehidupan sehari-hari warga India, dengan banyak masyarakat dan pedagang terpaksa kembali menggunakan kayu bakar dan minyak tanah karena kelangkaan gas LPG.

Gangguan pasokan energi global akibat perang di Timur Tengah, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz, membuat distribusi LPG ke India terganggu signifikan. Sebagai negara yang mengimpor sekitar 60% kebutuhan LPG—dan 90% di antaranya melalui jalur tersebut—India menjadi salah satu negara yang paling terdampak krisis ini.

Akibatnya, seperti dilansir The Times of India (30/3/2026), kelangkaan gas mulai dirasakan di berbagai kota besar seperti New Delhi dan Mumbai. Sejumlah pedagang makanan dan rumah tangga kini beralih menggunakan kayu bakar, batu bara, hingga minyak tanah untuk memasak, metode lama yang sebelumnya sudah mulai ditinggalkan.

Le Monde melaporkan bahwa krisis ini bahkan memicu lonjakan harga LPG di pasar gelap hingga beberapa kali lipat, serta memaksa banyak usaha kecil mengurangi produksi atau tutup sementara karena keterbatasan energi.

Pemerintah India sendiri telah mengambil langkah darurat dengan kembali menyalurkan minyak tanah (kerosene) melalui skema distribusi publik untuk menggantikan LPG yang langka. Kebijakan ini juga mencakup wilayah yang sebelumnya sudah tidak lagi menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar utama.

Selain itu, penggunaan kompor minyak tanah yang sempat ditinggalkan kini kembali meningkat, terutama di sektor rumah tangga dan usaha kecil, sebagai respons langsung terhadap krisis pasokan energi.

Para analis menilai kondisi ini mencerminkan besarnya dampak geopolitik konflik Iran terhadap negara-negara importir energi seperti India. Ketergantungan tinggi terhadap jalur Selat Hormuz membuat gangguan kecil sekalipun dapat berujung pada krisis domestik yang signifikan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan situasi konflik yang belum menunjukkan tanda mereda, krisis energi di India diperkirakan masih akan berlanjut, sementara jutaan warga harus beradaptasi dengan keterbatasan bahan bakar untuk kebutuhan dasar sehari-hari. (hanoum/arrahmah.id)