DOHA (Arrahmah.id) - Mariam bint Ali bin Nasser Al-Misnad, Menteri Negara untuk Kerja Sama Internasional di Kementerian Luar Negeri Qatar, menekankan pentingnya keterlibatan berkelanjutan komunitas internasional terhadap Afghanistan dalam pertemuan Kelompok Koordinasi Afghanistan di Doha, Qatar.
Ia menyatakan bahwa Afghanistan memerlukan keterlibatan yang konsisten, prioritas yang jelas, dan kerja sama yang praktis.
Ia menegaskan bahwa masa depan Afghanistan harus ditentukan melalui proses politik yang inklusif dan dipimpin oleh pihak Afghanistan sendiri, dengan tetap menghormati kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah negara tersebut, lansir Tolo News (22/10/2026).
Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan: "Al-Misnad menambahkan bahwa Negara Qatar meyakini masa depan Afghanistan harus dirancang melalui proses politik komprehensif yang dipimpin oleh rakyat Afghanistan sendiri, disertai dengan penghormatan penuh terhadap kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayahnya."
Analis politik Zohoruddin Zahir berkomentar: "Qatar telah memainkan peran yang efektif dalam urusan Afghanistan. Negara tersebut berharap agar berbagai masalah di Afghanistan dapat diselesaikan sebagai prioritas utama dan agar campur tangan pihak lain dalam urusan dalam negeri Afghanistan dapat diakhiri."
Menurut Maryam bint Ali, Doha telah memfasilitasi komunikasi antara para pemangku kepentingan di Afghanistan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan mitra internasional selama beberapa tahun terakhir.
Ia menambahkan bahwa stabilitas Afghanistan tidak hanya penting bagi rakyatnya sendiri, tetapi juga bagi keamanan kawasan, konektivitas ekonomi, dan perdamaian internasional.
Qatar menyatakan bahwa kebutuhan kemanusiaan di Afghanistan masih sangat mendesak, dan negara tersebut terus memerlukan dukungan di berbagai bidang seperti layanan kesehatan, nutrisi, pendidikan, penyediaan air, serta ketahanan pangan.
Sementara itu, Suhail Shaheen, duta besar Imarah Islam untuk Qatar, menyebut kebijakan tekanan dan isolasi terhadap Afghanistan sebagai sebuah kegagalan, seraya mengatakan bahwa pendekatan semacam itu tidak membuahkan hasil.
Ia menekankan bahwa keterlibatan yang positif dan kerja sama internasional yang luas dengan Afghanistan dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan melalui saling pengertian, kerja sama, dan konektivitas regional. Shaheen menambahkan: "Tidak diragukan lagi bahwa Afghanistan merupakan pusat konektivitas regional serta memiliki peran penting bagi keamanan dan stabilitas kawasan. Seluruh dunia mengetahui hal ini. Saya yakin jika dunia menjalin hubungan secara positif dan bekerja sama secara luas dengan Afghanistan, berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui saling pengertian, kerja sama, dan konektivitas regional. Kebijakan yang mengedepankan tekanan dan isolasi terhadap Afghanistan tidaklah efektif dan merupakan pendekatan yang gagal."
Qatar termasuk salah satu negara yang terlibat aktif dalam berbagai perkembangan terkait Afghanistan dan telah menjalin hubungan baik dengan Imarah Islam Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir. (haninmazaya/arrahmah.id)
