Memuat...

Musim Dingin Kembali Mengancam Gaza, Tenda Pengungsi Tak Layak Huni

Zarah Amala
Kamis, 22 Oktober 2026 / 12 Jumadilawal 1448 10:02
Musim Dingin Kembali Mengancam Gaza, Tenda Pengungsi Tak Layak Huni
Tenda-tenda pengungsi di Gaza terancam terendam banjir menjelang musim dingin. (Getty Images)

GAZA (Arrahmah.id) - Pengungsi Palestina di Jalur Gaza kembali menghadapi ancaman hujan lebat, banjir, dan suhu dingin menjelang musim dingin. Ribuan keluarga masih bertahan di tenda-tenda rusak yang tidak mampu melindungi mereka dari cuaca ekstrem.

Dalam laporan Al Jazeera pada Kamis (22/10/2026), sejumlah pengungsi menceritakan air hujan yang merembes ke dalam tenda, merusak selimut dan alas tidur. Berbagai upaya perbaikan menggunakan batu, kawat, potongan besi, dan kain bekas tidak cukup untuk mengatasi kebocoran.

Seorang pengungsi mengatakan keluarganya telah tinggal di tenda selama hampir tiga tahun setelah rumah mereka dibom. Sementara itu, pengungsi lain yang kembali ke rumahnya mendapati bangunan tersebut hampir hancur dan terpaksa membersihkan puing-puing untuk dijadikan tempat berlindung.

Kesulitan semakin berat akibat mahalnya perlengkapan pengungsian. Menurut seorang warga, harga terpal yang sebelumnya sekitar 50 shekel kini mencapai 300 shekel, sehingga banyak keluarga tidak mampu membelinya. Satu tenda bahkan membutuhkan beberapa lembar terpal untuk menahan air hujan.

Seorang perempuan pengungsi mengaku khawatir tenda tempatnya tinggal bersama anak-anak akan kembali terendam. Selain kebocoran, suhu di dalam tenda terasa sangat panas pada musim panas dan sangat dingin ketika musim dingin. Kondisi tersebut juga memperburuk masalah kesehatan yang dialaminya.

Pengungsi lainnya mengatakan tendanya pernah terendam banjir pada musim dingin lalu. Terpal yang digunakan rusak, sedangkan tenda pengganti juga mengalami kerusakan akibat panas dari tungku yang digunakan keluarganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Para pengungsi mendesak penyediaan tenda yang layak, terpal, dan bahan penampungan dengan harga terjangkau. Mereka menegaskan bahwa anak-anak menjadi kelompok paling rentan terhadap suhu dingin dan genangan air.

Menjelang musim dingin, keluarga-keluarga Palestina di Gaza masih menghadapi ketidakpastian setelah hampir tiga tahun mengungsi tanpa tempat tinggal yang memadai untuk melindungi mereka dari hujan dan cuaca ekstrem. (zarahamala/arrahmah.id)