BEIRUT (Arrahmah.id) - "Israel" melancarkan serangan udara baru di Lebanon pada Sabtu (23/5/2026) setelah serangan sebelumnya menewaskan 10 orang, menurut media dan pemerintah di Beirut, yang menargetkan daerah dekat perbatasan Suriah.
Kantor Berita Nasional yang dikelola pemerintah mengatakan ada lima serangan udara "Israel" sesaat sebelum tengah malam di daerah pegunungan Nabi Sreij di pinggiran Brital, yang terhindar dari serangan sejak gencatan senjata 17 April dengan Hizbullah.
Seorang koresponden AFP di kota Tyre di selatan melaporkan mendengar dua ledakan ketika satu bangunan di pinggiran kota dihantam, kemudian bangunan lain di dalam kota, yang mengirimkan kepulan asap ke udara.
Pada Jumat, Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan "Israel" menewaskan 10 orang, termasuk enam petugas penyelamat dan seorang anak, karena Israel dan Hizbullah terus saling baku tembak meskipun ada gencatan senjata.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian Lebanon mengatakan "enam orang gugur" termasuk dua petugas penyelamat dari asosiasi Pramuka Risala dan seorang gadis Suriah dalam serangan di desa Deir Qanun Al-Nahr dekat kota Tyre.
Asosiasi tersebut terkait dengan gerakan Amal yang bersekutu dengan Hizbullah.
Kota itu dihantam serangan udara awal pekan ini yang menewaskan 14 orang, serangan tunggal paling mematikan sejak gencatan senjata yang rapuh diumumkan bulan lalu.
Serangan sebelumnya di kota Hanaway di selatan pada Jumat menewaskan empat petugas penyelamat dari Komite Kesehatan Islam yang terkait dengan Hizbullah, kata kementerian tersebut.
Secara terpisah, militer "Israel" mengklaim pada Jumat pagi bahwa mereka telah menewaskan dua orang di dekat perbatasan.
“Pengawasan IDF mengidentifikasi dua individu bersenjata yang bergerak dengan cara mencurigakan ratusan meter dari wilayah 'Israel', di Lebanon selatan,” klaimnya dalam sebuah unggahan Telegram.
“Setelah identifikasi dan pemantauan terus-menerus oleh IDF, individu bersenjata tersebut dihantam dan dilenyapkan dalam serangan udara,” kata unggahan tersebut.
Kementerian kesehatan Lebanon menyebarkan video yang menurut mereka berada di Deir Qanoun En-Nahr, menunjukkan dua pria dengan rompi kuning di pinggir jalan sedang merawat seseorang. Ketika sebuah ambulans mendekati kedua pria itu, terlihat kilatan cahaya dan suara ledakan keras. Kedua pria itu kemudian terlihat tergeletak di lantai.
Reuters dapat mengonfirmasi lokasi video tersebut sebagai tepi barat Deir Qanoun En-Nahr berdasarkan bangunan, pepohonan, dan tata letak jalan yang sesuai dengan citra arsip daerah tersebut.
Pada Jumat malam, militer "Israel" mengeluarkan peringatan evakuasi baru untuk desa Burj Rahal di Lebanon, dekat Tyre, melalui juru bicara berbahasa Arabnya, Avichay Adraee.
Ia mengatakan militer bertindak melawan Hizbullah.
Sementara itu, kelompok militan tersebut mengatakan telah menargetkan pasukan dan posisi "Israel" di dalam Lebanon dan di "Israel" utara dekat perbatasan. (haninmazaya/arrahmah.id)
