Memuat...

Serangan Rudal Houtsi Menewaskan 53 Rekrutan Pasukan Yaman di Shabwa

Hanin Mazaya
Selasa, 20 Oktober 2026 / 10 Jumadilawal 1448 17:23
Serangan Rudal Houtsi Menewaskan 53 Rekrutan Pasukan Yaman di Shabwa
(Foto: Al Arabiya)

SHABWA (Arrahmah.id) - Pasukan Yaman menyatakan pada Senin (19/10/2026) bahwa 558 anggota milisi Houtsi telah tewas atau terluka dalam berbagai operasi selama 24 jam terakhir. Pada saat yang sama, serangan rudal Houtsi terhadap pusat pelatihan keamanan di provinsi Shabwa menewaskan 53 rekrutan dan melukai lebih dari 200 orang lainnya.

Jumlah korban tersebut merupakan bagian dari "Operasi Fajar Yaman" (Operation Yemen Dawn), sebuah kampanye militer yang diluncurkan oleh pasukan Yaman untuk merebut kembali wilayah yang berada di bawah kendali Houtsi serta memulihkan institusi negara, menurut pernyataan resmi.

Pasukan Yaman melaporkan serangan di berbagai front

Juru bicara angkatan bersenjata Yaman, Kolonel Majed al-Nuzaily, mengatakan bahwa 1.164 serangan presisi telah dilakukan dalam 24 jam terakhir, yang menghancurkan atau melumpuhkan 135 kendaraan dan aset militer, lansir SANA (20/10).

Dalam pernyataan yang diunggah di platform X, al-Nuzaily menyebutkan bahwa operasi tersebut menyasar titik kumpul, bala bantuan, dan kendaraan milisi Houtsi. Selain itu, berbagai benteng dihancurkan, sementara posisi penembakan serta jalur pasokan mereka turut diganggu. Ia menambahkan bahwa serangan tersebut melibatkan pesawat tempur, pesawat nirawak (drone), artileri lapangan, peluncur roket, dan penembak jitu.

Menurut al-Nuzaily, unit-unit penyerang telah bergerak maju di Taiz dan menguasai posisi-posisi baru, memaksa militan Houtsi untuk mundur di bawah gempuran udara dan artileri yang intens. Pasukan di front selatan dan di Shabwa juga terus menekan posisi Houtsi, membatasi pergerakan mereka, serta mencegah mereka untuk melakukan reorganisasi atau mengerahkan pasukan cadangan.

Di sepanjang front pesisir barat dan di dekat Bab al-Mandab, pasukan Yaman berhasil memukul mundur pergerakan maju Houtsi serta menyasar titik-titik kumpul dan posisi penembakan mereka, ujar sang juru bicara.

Pada Ahad, pasukan Yaman melaporkan bahwa 370 anggota milisi Houtsi tewas atau terluka dalam 1.326 serangan sebagai bagian dari operasi yang sama. Angka korban ini disampaikan oleh pihak militer Yaman dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Serangan rudal tewaskan 53 rekrutan di Shabwa

Dalam serangan terpisah pada Senin, sebuah serangan rudal oleh kelompok Houtsi terhadap pusat pelatihan keamanan di pinggiran Ataq, ibu kota provinsi Shabwa, menewaskan 53 rekrutan keamanan internal dan melukai lebih dari 200 orang, menurut keterangan otoritas provinsi.

Kantor berita Yaman, Saba, mengutip pernyataan otoritas setempat yang menyebutkan bahwa para tentara tersebut sedang menjalani program pelatihan dan kualifikasi keamanan saat pusat pelatihan itu diserang.

Otoritas Shabwa menuding milisi Houtsi yang didukung Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menyebut insiden ini sebagai eskalasi serius yang mengancam keamanan dan stabilitas provinsi. Pihak berwenang menyerukan langkah-langkah mendesak untuk melindungi fasilitas militer maupun keamanan beserta personel di dalamnya.

Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres. Dalam pembicaraan tersebut, ia mendesak komunitas internasional untuk menetapkan milisi Houtsi sebagai organisasi teroris, menegakkan embargo senjata terhadap kelompok itu, memutus aliran pendanaan dan pasokan senjatanya, serta meminta pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang mendukung maupun mereka yang bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran yang dilakukan kelompok tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)