Memuat...

Haaretz: Trump Dorong Akhir Perang, “Israel” Mulai Tersisih dari Pusat Keputusan

Samir Musa
Jumat, 8 Mei 2026 / 21 Zulkaidah 1447 21:54
Haaretz: Trump Dorong Akhir Perang, “Israel” Mulai Tersisih dari Pusat Keputusan
Trump (kanan) saat menerima Netanyahu dalam pertemuan sebelumnya (Reuters)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Laporan surat kabar “Haaretz” menyebut bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tengah mengarah pada upaya mengakhiri eskalasi konflik di Timur Tengah, sekaligus tidak akan membiarkan “Israel” mengganggu atau menggagalkan proses diplomasi yang sedang dijalankan Washington.

Menurut analisis Haaretz, dinamika kebijakan Amerika Serikat menunjukkan perubahan signifikan dari pendekatan militer menuju jalur diplomatik, khususnya terkait hubungan dengan Iran. Pergeseran ini terlihat dari langkah yang semula bernuansa tekanan militer, kemudian beralih pada penundaan operasi dan pembukaan kembali jalur perundingan.

Haaretz menilai bahwa kebijakan Washington tidak dapat dilepaskan dari kalkulasi global yang lebih luas, termasuk persaingan strategis dengan China serta kepentingan menjaga stabilitas energi dan jalur perdagangan internasional. Dalam konteks ini, Amerika Serikat disebut berupaya menjaga stabilitas kawasan Teluk.

Kesepakatan yang tengah dibahas diperkirakan mencakup pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Iran, pembatasan ketat pengayaan uranium, serta penguatan mekanisme pengawasan internasional. Namun isu sensitif seperti program rudal balistik dan pengaruh regional Iran belum menjadi fokus utama tahap awal perundingan.

Foto yang dirilis oleh Komando Pusat Amerika Serikat yang menunjukkan helikopter Apache di atas Selat Hormuz pada 17 April lalu (AFP)

Analis militer Haaretz, Amos Harel, menyoroti bahwa “Israel” kini tidak lagi tampil sebagai aktor sentral dalam perkembangan diplomatik terbaru. Menurutnya, hal ini mencerminkan perubahan pendekatan Washington yang semakin independen dalam menentukan arah kebijakan terhadap Iran.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut masih berupaya menjaga koordinasi dengan Trump, namun dalam praktiknya “Israel” dinilai semakin kehilangan pengaruh dalam proses pengambilan keputusan strategis Amerika Serikat di kawasan.

Haaretz juga menyinggung adanya ketegangan tersirat antara Washington dan Tel Aviv, terutama setelah sejumlah usulan “Israel” terkait percepatan perubahan rezim di Iran tidak mendapatkan dukungan dari Gedung Putih.

Lokasi serangan udara “Israel” yang menargetkan sebuah bangunan tempat tinggal di Beirut (Associated Press)

Di sisi lain, “Israel” masih melakukan operasi militer terbatas di beberapa wilayah, termasuk Lebanon. Namun Amerika Serikat disebut telah menetapkan batas yang jelas agar eskalasi tidak berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.

Sementara itu, Gaza disebut tetap berada dalam kondisi stagnan. Hamas dinilai memanfaatkan fokus internasional terhadap Iran untuk memperkuat kontrol internal, sementara proses rekonstruksi masih terhambat oleh faktor pendanaan dan keamanan.

Haaretz menyimpulkan bahwa hubungan antara Trump dan Netanyahu kini memasuki fase sensitif. Washington terlihat berupaya mengendalikan eskalasi dan mendorong stabilitas kawasan, sementara “Israel” menghadapi keterbatasan ruang gerak yang semakin nyata.

Dengan demikian, masa depan kesepakatan dengan Iran masih berada dalam ketidakpastian—antara peluang menuju deeskalasi besar atau sekadar jeda sementara sebelum ketegangan baru kembali muncul di kawasan.

(Samirmusa/arrahmah.id)