Memuat...

'Israel' Desak AS Lumpuhkan Infrastruktur Energi Iran Dalam 24 Jam

Zarah Amala
Sabtu, 9 Mei 2026 / 22 Zulkaidah 1447 11:30
'Israel' Desak AS Lumpuhkan Infrastruktur Energi Iran Dalam 24 Jam
'Israel' telah mendorong Washington untuk menargetkan sektor energi Iran dalam setiap eskalasi di masa depan dengan Teheran (Al Jazeera)

TEL AVIV (Arrahmah.id) - 'Israel' dilaporkan telah mengirimkan pesan tegas kepada Amerika Serikat bahwa setiap dimulainya kembali konfrontasi militer dengan Iran harus mencakup penghancuran total infrastruktur energi negara tersebut.

Saluran berita Channel 12 'Israel' melaporkan bahwa Tel Aviv sedang berupaya meyakinkan Washington bahwa melumpuhkan sektor energi Iran adalah satu-satunya cara praktis untuk memaksa Teheran tunduk. Berdasarkan estimasi militer 'Israel', serangan skala besar terhadap infrastruktur energi Iran dapat diselesaikan hanya dalam waktu 24 jam, yang diyakini akan memaksa Teheran masuk ke meja perundingan dalam posisi lemah.

"Jika Anda tidak menjatuhkan rezimnya, setidaknya biarkan mereka dalam kondisi lumpuh," ujar seorang pejabat 'Israel' saat menanggapi kemungkinan serangan luas tersebut.

Otoritas Penyiaran 'Israel' (KAN) melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump sempat menunjukkan kecenderungan untuk melanjutkan pertempuran dengan Iran. Amerika Serikat disebut telah melakukan persiapan aktual untuk melancarkan serangan terhadap infrastruktur vital Iran sebelum akhirnya rencana tersebut dibatalkan.

Pembatalan tersebut dilaporkan terjadi bukan hanya karena tekanan dari sejumlah negara Teluk, tetapi juga pengaruh dari penasihat dekat Trump, Jared Kushner dan Steve Witkoff. Keduanya meyakini bahwa konsesi besar masih dapat diperoleh dari Iran melalui jalur negosiasi daripada eskalasi militer total.

Siaga Tertinggi di Selat Hormuz

Menyusul insiden baku tembak baru-baru ini di kawasan Selat Hormuz, 'Israel' telah menaikkan tingkat kewaspadaan militernya ke level tertinggi. Meskipun terdapat perselisihan antara Teheran dan Washington, Tel Aviv menyatakan kekhawatirannya akan kemungkinan adanya kesepakatan diplomatik yang tidak sejalan dengan kepentingan strategis 'Israel'.

Kondisi di lapangan saat ini sangat mencekam. Laporan Al Jazeera menunjukkan sejumlah kompleks pemukiman di timur Teheran telah berubah menjadi puing-puing akibat pengeboman gabungan AS-Israel sebelumnya.

Presiden Donald Trump sebelumnya telah melontarkan ancaman keras untuk menghancurkan infrastruktur energi Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka sepenuhnya bagi navigasi internasional. Trump menyatakan kesiapannya untuk menggempur berbagai pembangkit listrik Iran, dimulai dari fasilitas-fasilitas terbesar, jika ancaman terhadap jalur pelayaran vital tersebut berlanjut.

Menanggapi ancaman tersebut, pihak Iran memperingatkan Amerika Serikat bahwa mereka akan membalas dengan menyerang seluruh infrastruktur 'Israel' dan Amerika, serta aset-aset yang berafiliasi dengan AS di kawasan Timur Tengah jika fasilitas vital mereka menjadi sasaran. (zarahamala/arrahmah.id)