Memuat...

Suku-Suku Palestina Serukan Mobilisasi Nasional Cegah Perpecahan di Gaza

Hanoum
Kamis, 25 Juni 2026 / 10 Muharam 1448 06:44
Suku-Suku Palestina Serukan Mobilisasi Nasional Cegah Perpecahan di Gaza
Tokoh suku dan keluarga besar Palestina di Gaza mengumumkan mobilisasi nasional untuk menjaga persatuan dan stabilitas internal di tengah seruan aksi yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni [Foto: Shahab News]

GAZA (Arrahmah.id) -- Perkumpulan suku, klan, dan keluarga besar Palestina di Gaza mengumumkan mobilisasi nasional untuk menggagalkan upaya adu domba dan perpecahan di Jalur Gaza, di tengah meningkatnya tekanan perang, krisis kemanusiaan, serta munculnya seruan aksi protes yang berpotensi memperuncing fragmentasi internal Palestina. Seruan itu disampaikan dalam pernyataan resmi yang beredar pada Selasa (24/6/2026), ketika kondisi sosial dan keamanan di Gaza semakin rapuh akibat perang berkepanjangan dan perebutan pengaruh di tingkat lokal.

Dilansir Shehab News (24/6/2026), pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Gaza Movement for the Liberation of Palestinian —perkumpulan yang mewadahi suku, kabilah, dan keluarga besar Palestina— sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai rencana fitnah untuk memecah belah masyarakat Gaza dari dalam.

Menurut Shehab News, seruan mobilisasi itu ditujukan untuk memperkuat kohesi sosial, menjaga ketertiban masyarakat, dan menolak setiap upaya yang dapat menyeret Gaza ke konflik internal di tengah agresi 'Israel' yang masih berlangsung. Sejumlah laporan Palestina menyebut langkah itu juga berkaitan dengan kekhawatiran atas meningkatnya kampanye yang mendorong benturan antar kelompok di Gaza.

Dalam pernyataannya, perkumpulan tersebut menegaskan bahwa semua elemen masyarakat—termasuk suku, keluarga besar, tokoh masyarakat, dan pemuda, diminta bersatu untuk melindungi front internal Gaza.

“Kami mengumumkan mobilisasi nasional untuk menggagalkan skema fitnah dan perpecahan, serta menegaskan bahwa persatuan masyarakat Gaza adalah garis pertahanan utama dalam menghadapi agresi dan kekacauan,” demikian bunyi pernyataan perkumpulan suku dan keluarga Palestina di Gaza.

Seruan itu muncul di tengah konteks sosial-politik yang sensitif. Dalam beberapa pekan terakhir, wacana protes terhadap otoritas Hamas di Gaza kembali mencuat melalui kampanye yang di sejumlah media disebut sebagai June 26 Revolution, sementara pada saat yang sama perang, kelangkaan pangan, perpindahan paksa, dan rusaknya struktur sipil telah memperbesar ketegangan di tingkat komunitas. Di sisi lain, sejumlah laporan sebelumnya juga menunjukkan bahwa struktur suku dan keluarga di Gaza semakin berperan dalam pengamanan bantuan, mediasi sosial, dan pengelolaan komunitas di tengah melemahnya institusi formal akibat perang.

Secara praktis, mobilisasi nasional yang diumumkan suku-suku Palestina itu dipahami sebagai ajakan untuk menjaga stabilitas internal dan menolak benturan horizontal antarsesama warga Gaza. Dalam struktur sosial Gaza, peran suku, klan, dan keluarga besar selama ini cukup penting sebagai penyangga komunitas, terutama dalam penyelesaian sengketa, distribusi bantuan, serta pengamanan lingkungan ketika institusi pemerintahan dan kepolisian tidak berfungsi normal akibat perang. Karena itu, sikap kolektif para pemuka keluarga besar di Gaza dinilai dapat memengaruhi arah situasi di lapangan.

Seruan persatuan ini juga memperlihatkan kekhawatiran yang semakin besar di kalangan masyarakat Gaza terhadap kemungkinan pecahnya konflik internal di tengah perang dengan 'Israel'. Sejumlah media dan analis regional menilai fragmentasi sosial di Gaza kini menjadi salah satu risiko paling serius, terutama ketika warga menghadapi tekanan ekstrem berupa serangan militer, krisis pangan, pengungsian massal, dan ketidakpastian politik mengenai masa depan pemerintahan di wilayah tersebut. (hanoum/arrahmah.id)