JAKARTA (Arrahmah.id) - Penggunaan syal Palestina oleh para pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam acara Halal Bi Halal di Hotel Sultan, Rabu (15/4/2026) malam, menjadi simbol kuat dukungan ormas Islam Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, menegaskan bahwa penggunaan syal Palestina bukan sekadar atribut, melainkan bentuk solidaritas yang telah menjadi tradisi dalam setiap pertemuan MUI.
Ia menyebut, meski tampak sederhana, syal tersebut mengandung makna mendalam sebagai simbol kepedulian terhadap bangsa Palestina.
“Setiap MUI ada pertemuan, selalu ada sorban seperti ini. Keliatannya hanya kain putih, tapi ada simbol bendera Palestina,” ujarnya dalam sambutan.
Kiai Anwar menegaskan bahwa solidaritas terhadap Palestina tidak akan pernah padam. Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu dan tidak malu mengenakan syal Palestina sebagai bentuk empati atas penderitaan yang dirasakan rakyat Gaza.
Ia juga mengingatkan agar umat tidak pesimis terhadap masa depan Palestina. Menurutnya, pertolongan Allah SWT pasti akan datang pada waktu yang tepat.
“Jangan kecil hati, jangan pesimis. Kita akan terus doakan bangsa Palestina. InsyaAllah pertolongan Allah akan datang,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Anwar juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antarmanusia. Ia mengingatkan bahwa Islam tidak mengajarkan permusuhan, kecuali terhadap kezaliman.
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya ilmu agama sebagai fondasi kemajuan bangsa. Menurutnya, kemajuan teknologi tanpa nilai agama hanya akan menghasilkan kehampaan.
“Teknologi itu penting, knowledge itu penting. Tapi tanpa nilai agama, itu seperti jasad tanpa ruh,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa manusia pada hakikatnya adalah bersaudara, tanpa memandang suku, ras, maupun latar belakang.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan perdamaian, persatuan, dan saling menghormati perbedaan.
“Apapun perbedaan kita, mari berdamai. Karena damai itu kebutuhan kita, dan bersatu itu kebutuhan kita,” ujarnya.
Acara bertema “Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia” ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara lainnya.
Melalui momentum ini, MUI berharap nilai ukhuwah, kepedulian global, serta komitmen terhadap perdamaian dapat terus diperkuat di tengah masyarakat Indonesia.
(ameera/arrahmah.id)
