DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Aparat keamanan Suriah mengumumkan telah menggagalkan rencana peluncuran misil yang diduga dilakukan oleh sel milisi Syiah Hizbullah dari wilayah Suriah menuju target lintas batas pada Sabtu (19/4/2026).
Menurut Arab News (119/4), operasi ini dilakukan setelah intelijen Suriah memantau aktivitas mencurigakan yang mengarah pada persiapan peluncuran rudal. Otoritas menyebut misil tersebut direncanakan untuk diluncurkan guna meningkatkan eskalasi konflik di kawasan.
Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan, seperti dilansir The National (19/4) bahwa aparat berhasil mengamankan lokasi serta menggagalkan peluncuran sebelum misil ditembakkan. Sejumlah anggota sel juga dilaporkan telah ditangkap dalam operasi tersebut.
“Kami berhasil menggagalkan operasi peluncuran misil sebelum dilaksanakan, dan menangkap pihak-pihak yang terlibat dalam rencana tersebut,” ungkap seorang sumber keamanan Suriah.
Laporan dari The Times of Israel dan The National News menyebut bahwa sel tersebut beroperasi di dekat wilayah perbatasan 'Israel' dan menggunakan kendaraan yang disamarkan untuk mengangkut sistem peluncur misil.
Sementara itu, Arab News melaporkan bahwa pemerintah Suriah menilai aksi tersebut sebagai ancaman terhadap stabilitas nasional dan kawasan, serta menegaskan tidak akan membiarkan wilayahnya digunakan sebagai basis serangan oleh kelompok bersenjata.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional pada April 2026, terutama setelah eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang melibatkan berbagai kelompok proksi di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, Hizbullah dilaporkan membantah keterlibatan dalam rencana tersebut, menyebut tuduhan yang diarahkan kepadanya sebagai tidak berdasar.
Pemerintah Suriah menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan keamanan guna mencegah insiden serupa, serta memastikan wilayahnya tidak menjadi titik awal serangan yang dapat memperluas konflik di kawasan. (hanoum/arrahmah.id)
