Memuat...

AS Lumpuhkan Kapal Kargo Raksasa Iran di Teluk Oman, Teheran Ancam Balasan

Zarah Amala
Senin, 20 April 2026 / 3 Zulkaidah 1447 10:13
AS Lumpuhkan Kapal Kargo Raksasa Iran di Teluk Oman, Teheran Ancam Balasan
AS Lumpuhkan Kapal Kargo Raksasa Iran di Teluk Oman, Teheran Ancam Balasan

MUSCAT (Arrahmah.id) - Situasi di perairan Teluk Oman kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan keberhasilan militer AS dalam mencegat dan melumpuhkan kapal kargo raksasa Iran, Tosca. Operasi ini dilakukan di tengah ketegangan diplomatik yang tinggi menjelang berakhirnya masa gencatan senjata di Timur Tengah.

Dalam pengumuman melalui platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa kapal Tosca, yang ukurannya setara dengan kapal induk, mengabaikan peringatan berulang dari Angkatan Laut AS saat mencoba menembus blokade maritim yang diberlakukan Washington terhadap Iran.

Militer AS mengambil tindakan drastis untuk menghentikan pelarian kapal tersebut dengan tembakan presisi dari kapal perusak AS USS Spruance yang menembakkan proyektil langsung ke ruang mesin kapal Tosca, menyebabkan kebocoran dan membuat kapal tersebut lumpuh total.

Pasukan Marinir AS kemudian melakukan operasi boarding (naik ke kapal) dan kini memegang kendali penuh atas kapal tersebut. Tim khusus lalu melakukan penggeledahan mendalam terhadap muatan kapal untuk memastikan apakah kapal tersebut membawa barang selundupan atau komponen militer terlarang.

Iran Sebut Operasi AS sebagai "Pembajakan Laut"

Pusat Militer Khatam al-Anbiya Iran memberikan respons keras terhadap insiden tersebut. Mereka menyebut aksi tersebut sebagai bentuk pembajakan laut dan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata yang sedang berlangsung.

"Pasukan AS telah menembaki kapal dagang kami dan melakukan pendaratan paksa. Kami memperingatkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran akan segera memberikan balasan atas serangan terhadap kapal kami ini," demikian bunyi pernyataan resmi mereka.

Dampak pada Meja Perundingan

Insiden ini terjadi hanya beberapa jam sebelum jadwal negosiasi di Pakistan pada hari ini. Pihak Gedung Putih awalnya berharap pembicaraan di Islamabad akan menjadi pintu pembuka untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak Februari lalu. Namun, pasca-insiden Tosca, pihak berwenang di Teheran mengumumkan bahwa tidak ada rencana bagi Iran untuk berpartisipasi dalam putaran pembicaraan tersebut.

Kejadian ini membayangi berakhirnya masa jeda dua pekan yang dimediasi oleh Pakistan pada 8 April lalu. Kegagalan negosiasi maraton selama 21 jam sebelumnya kini diperburuk oleh ketegangan di laut lepas.

Kapal Tosca sendiri bukanlah nama asing di mata Washington, kapal tersebut telah masuk dalam daftar pantauan Departemen Keuangan AS karena riwayat keterlibatannya dalam aktivitas ilegal. Dengan kendali penuh di tangan AS, dunia kini menunggu langkah balasan apa yang akan diambil oleh Teheran yang berpotensi memicu eskalasi baru di jalur perdagangan minyak paling vital di dunia ini. (zarahamala/arrahmah.id)