PANDEGLANG (Arrahmah.id) — Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, pada hari keempat, Kamis (10/9/2026). Sebanyak 13 kapal dikerahkan untuk menyisir sejumlah sektor pencarian.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal. Pencarian dilakukan dengan mengerahkan unsur SAR gabungan dan berpedoman pada informasi cuaca serta kondisi laut dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan penambahan unsur pencarian masih menggunakan alat utama sistem (alut) yang sama seperti hari sebelumnya. Secara keseluruhan, lebih dari 300 personel terlibat dalam operasi tersebut, termasuk petugas yang berada di posko.
"Penambahan alut sebenarnya masih alut yang sama. Sama dengan kemarin, seperti data yang nanti Bapak, Ibu lihat di belakang. Hanya mungkin di situ kalau untuk personel yang terlibat secara keseluruhan 300 itu, 300 lebih itu sudah termasuk yang di posko ya," ujar Al Amrad di Posko Gabungan SAR, Carita, Pandeglang, Kamis (10/9/2026).
Pencarian Dibagi ke Sejumlah Sektor
Al Amrad menjelaskan seluruh sektor pencarian tetap disisir berdasarkan data BMKG. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan tim karena berpengaruh terhadap jarak pandang dan keselamatan personel selama operasi.
"Semua sektor, semua sektor ya, kita lakukan pencarian berdasarkan data BMKG yang kami dapatkan. Untuk cuaca saat ini cerah berawan ya, mudah-mudahan sampai sore hari cerah berawan. Karena itu sangat mengganggu visibility apabila ada perubahan," katanya.
Tim SAR akan terus menyesuaikan pola pencarian dengan perkembangan kondisi cuaca dan situasi di lapangan.
Pencarian Udara Masih Melihat Kondisi Cuaca
Selain mengerahkan kapal, Tim SAR juga berkoordinasi untuk melakukan pencarian menggunakan helikopter. Namun, operasi pencarian dari udara masih mempertimbangkan kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Al Amrad mengatakan helikopter sebelumnya telah digunakan untuk melakukan pencarian. Pesawat tersebut menyisir hingga kawasan pesisir Carita dengan ketinggian yang bervariasi, tetapi belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
"Ya, untuk helikopter kami juga sudah berkoordinasi, ya. Kemarin juga sudah dicoba melakukan searching, sudah melakukan searching itu kurang lebih sampai di daerah Pesisir Carita ya, dengan ketinggian kurang 15.000 feet dan sampai dengan 25.000 feet dan itu memang tidak ada tanda-tanda. Nah, untuk hari ini juga kita lihat dengan kondisi cuaca seperti ini," ujarnya.
Hanya Temukan Life Jacket dan Pelampung Botol
Dalam pencarian sebelumnya, Tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan delapan orang yang dilaporkan hilang. Petugas hanya menemukan sebuah life jacket dan pelampung botol di sekitar wilayah Anyer.
"Dari semua hasil ini, untuk yang kita temukan ada life jacket dan pelampung botol, selebihnya dari enam sektor ini masih nihil," kata Al Amrad.
Meski demikian, Al Amrad belum dapat memastikan apakah life jacket yang ditemukan tersebut berasal dari kapal Arupadhatu 1, yang ditumpangi rombongan jurnalis saat melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Menurutnya, barang yang ditemukan harus melalui proses identifikasi terlebih dahulu sebelum dapat dipastikan keterkaitannya dengan kapal dan para korban.
Pemilik Kapal Pastikan Life Jacket Bukan Milik Arupadhatu 1
Sementara itu, pemilik kapal Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa, memberikan keterangan mengenai temuan life jacket dan pelampung botol tersebut.
Sandi memastikan life jacket yang ditemukan petugas bukan bagian dari perlengkapan keselamatan yang berada di kapal Arupadhatu 1. Kepastian itu diperoleh setelah dirinya berkoordinasi dengan awak kapal.
Life jacket yang ditemukan berwarna jingga atau oranye. Sementara itu, life jacket yang tersedia di Arupadhatu 1 disebut berwarna merah dan hijau terang.
"Tadi konfirmasi ke kapten II, bukan punya Arupadhatu 1 katanya," kata Sandi kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).
Hingga hari keempat operasi, keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut masih belum diketahui. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah sektor dengan mengerahkan 13 kapal, sembari memantau perkembangan cuaca dan kondisi perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau.
(ameera/arrahmah.id)
