Memuat...

Ulama Besar dan Pemikir Islam Dunia Syed Muhammad Naquib Al-Attas Wafat di Usia 94 Tahun

Ameera
Senin, 9 Maret 2026 / 20 Ramadan 1447 04:58
Ulama Besar dan Pemikir Islam Dunia Syed Muhammad Naquib Al-Attas Wafat di Usia 94 Tahun
Ulama Besar dan Pemikir Islam Dunia Syed Muhammad Naquib Al-Attas Wafat di Usia 94 Tahun

KUALA LUMPUR (Arrahmah.id) - Dunia Islam berduka atas wafatnya ulama besar dan pemikir peradaban Islam, Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Cendekiawan terkemuka asal Malaysia itu meninggal dunia pada Minggu (9/3) pukul 18.47 waktu setempat dalam usia 94 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh Menteri di Departemen Perdana Menteri Urusan Agama Malaysia, Zulkifli Hasan, melalui unggahan di Facebook. Ia menyebut wafatnya Al-Attas sebagai kehilangan besar bagi umat Islam.

“Kepergian almarhum bukan hanya kehilangan seorang tokoh yang dihormati, tetapi juga permata ilmu yang tak ternilai bagi komunitas Muslim,” tulisnya.

Menurut Zulkifli, Al-Attas dikenal sebagai seorang mujaddid, pemikir, dan cendekiawan yang berhasil menghidupkan kembali semangat ilmu pengetahuan dan adab dalam dunia Islam.

Gagasan dan perjuangannya dinilai telah membangkitkan kembali diskursus intelektual Islam serta memberi pengaruh besar dalam pengembangan pendidikan dan peradaban Islam.

Sepanjang hidupnya, Al-Attas berkontribusi dalam pendirian sejumlah institusi penting di Malaysia, di antaranya Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), serta lembaga kajian peradaban Melayu seperti Institute of the Malay World and Civilisation (ATMA) dan International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Pada Oktober 2024, Al-Attas dianugerahi gelar Royal Professor, gelar akademik tertinggi dan paling bergengsi di Malaysia.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Raja Malaysia, Sultan Ibrahim, sebagai pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa bagi negara, khususnya dalam bidang pendidikan Islam.

Jenazah Al-Attas rencananya akan dishalatkan di Masjid Al-Taqwa TTDI pada Senin pagi sebelum dimakamkan di Bukit Kiara Muslim Cemetery di Kuala Lumpur.

Meski dunia Islam kehilangan salah satu pemikir besarnya, warisan intelektual Al-Attas diyakini akan terus hidup dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang dalam memahami ilmu, adab, dan peradaban Islam.

(ameera/arrahmah.id)