DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Seorang pemuka agama Syiah tewas akibat ledakan di kawasan kuil Sayyida Zeinab, Damaskus, Suriah, pada Jumat (1/5/2026), dalam insiden yang diduga merupakan serangan terarah di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di wilayah tersebut.
Korban diidentifikasi sebagai Farhan al-Mansour, seorang pemuka agama sekaligus penceramah utama di kompleks keagamaan Sayyida Zeinab, yang merupakan salah satu situs suci bagi umat Syiah di Damaskus. Ia meninggal setelah sebuah granat dilempar ke arah kendaraan yang ditumpanginya di area sekitar kuil.
Menurut laporan Syrian Arab News Agency (2/5), ledakan terjadi di wilayah pedesaan Damaskus bagian selatan, tak jauh dari kompleks makam Sayyida Zeinab. Aparat keamanan segera menutup lokasi kejadian dan meluncurkan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku serta motif di balik serangan tersebut.
Seorang sumber dari Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
“Tim forensik dan keamanan telah mengamankan lokasi dan sedang menyelidiki apakah ini merupakan pembunuhan yang ditargetkan,” ujar sumber tersebut.
Insiden ini terjadi setelah salat Jumat, saat korban diketahui baru meninggalkan area kuil. Tidak ada laporan korban lain dalam kejadian tersebut, namun otoritas meningkatkan pengamanan di sekitar lokasi yang selama ini dikenal sebagai titik sensitif dalam konflik sektarian di Suriah.
Kuil Sayyida Zeinab sendiri memiliki nilai religius tinggi bagi komunitas Syiah dan sebelumnya kerap menjadi target serangan kelompok ekstremis, terutama selama konflik Suriah yang berlangsung sejak 2011.
Secara konteks, pembunuhan ini menambah daftar insiden kekerasan terhadap tokoh agama di Suriah pasca perubahan politik nasional dalam beberapa tahun terakhir. Analis menilai serangan tersebut berpotensi memperburuk ketegangan sektarian serta menunjukkan masih rapuhnya situasi keamanan di negara tersebut.
Hingga kini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pemerintah Suriah menyatakan akan terus memburu pelaku dan memastikan keamanan di kawasan religius tetap terjaga. (hanoum/arrahmah.id)
