Memuat...

Viral Video Lawas Mimi Peri Incar “Anak Kampung”, KH Cholil Nafis: Laporkan ke Polisi!

Ameera
Ahad, 8 Maret 2026 / 19 Ramadan 1447 20:16
Viral Video Lawas Mimi Peri Incar “Anak Kampung”, KH Cholil Nafis: Laporkan ke Polisi!
Viral Video Lawas Mimi Peri Incar “Anak Kampung”, KH Cholil Nafis: Laporkan ke Polisi!

JAKARTA (Arrahmah.id) - Selebgram Mimi Peri, yang memiliki nama asli Ahmad Jaelani, kembali menjadi sorotan publik setelah potongan video wawancara lamanya bersama Nikita Mirzani viral di media sosial.

Video tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), karena dinilai memuat pengakuan terkait perilaku yang dianggap menyimpang dan meresahkan masyarakat.

Dalam potongan video yang kembali beredar luas tersebut, Nikita Mirzani awalnya menyinggung risiko penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS yang kerap dikaitkan dengan perilaku seksual berisiko.

Menanggapi hal itu, Mimi Peri mengaku memiliki cara sendiri untuk menghindari risiko penyakit tersebut.

Dalam pernyataannya, pria berusia 36 tahun itu mengaku sengaja menghindari orang-orang yang tinggal di perkotaan dan lebih memilih mendekati pemuda dari daerah pedesaan.

Ia beranggapan bahwa pemuda dari kampung memiliki risiko lebih kecil terhadap penyakit tersebut.

“Aku takut, cuma kan aku nggak pernah ngambil orang kota. Jadi kayak anak-anak kampung gitu kan. Kalau misalkan anak-anak kampung kan dia bersih, nggak ada HIV-HIV kayak gitu,” ujar Mimi Peri dalam potongan video yang kini viral.

Ia juga mengklaim bahwa dirinya merasa lebih aman karena latar belakang pekerjaan orang-orang yang menjadi sasarannya dianggap jauh dari pergaulan bebas kota besar.

“Ya karena kan pergaulannya tahu. Paling cuma nyupir doang,” tuturnya.

Dalam video tersebut ia juga menyebut bahwa interaksi yang terjadi menurutnya berlangsung atas dasar suka sama suka tanpa adanya unsur paksaan.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak karena dianggap merendahkan kelompok masyarakat tertentu sekaligus menormalisasi perilaku yang dinilai tidak pantas disebarkan ke publik.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Cholil Nafis, mengecam beredarnya video tersebut karena dianggap dapat memberikan dampak buruk bagi moralitas masyarakat, khususnya generasi muda.

“Astaghfirullah, meski video tak lengkap tapi kesan saya ini penyebar video tak sehat. Dan perilakunya sepertinya membahayakan bagi perkembangan anak dan jenis kelamin,” ujar Cholil Nafis melalui akun X miliknya.

Ia juga meminta agar penyebaran konten semacam itu dihentikan dan meminta aparat penegak hukum memantau perkembangan kasus tersebut.

“Saya minta para netizen ini dilacak dan distop ya. Kalau ada korban, bisa dilaporkan ke polisi,” tegasnya.

Hingga saat ini, video tersebut masih menjadi perbincangan luas di media sosial, sementara berbagai pihak terus mendorong agar penyebaran konten yang dianggap meresahkan masyarakat dapat segera dihentikan.

(ameera/arrahmah.id)