Memuat...

Beredar! Video Tahanan 'Israel' Rayakan Hanukkah di Terowongan Hamas

Hanoum
Sabtu, 13 Desember 2025 / 23 Jumadilakhir 1447 06:58
Beredar! Video Tahanan 'Israel' Rayakan Hanukkah di Terowongan Hamas
Salah satu video menunjukkan enam sandera merayakan Hanukkah di sebuah terowongan di Gaza beberapa bulan sebelum mereka tewas pada Agustus 2024. [Foto: CNN]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Media 'Israel' menayangkan rekaman enam tawanan 'Israel' menyalakan lilin Hanukkah di terowongan kelompok perlawanan Palestina Hamas di Gaza. Rekaman ini delapan bulan sebelum kematian mereka selama perang genosida 'Israel' di wilayah yang terkepung itu.

Rekaman tersebut, yang menggambarkan para tawanan Hersh Goldberg-Polin, Carmel Gat, Eden Yerushalmi, Almog Sarusi, Ori Danino, dan Alex Lobanov, dirilis secara daring pada Kamis malam (11/12/2025) setelah ditayangkan di televisi 'Israel'.

Militer 'Israel' mengatakan, seperti dilansir CNN (12/12), rekaman tersebut telah difilmkan Hamas untuk tujuan propaganda tetapi tidak pernah dirilis, dan telah ditemukan militer 'Israel' selama operasinya di Gaza.

Rekaman tersebut, yang sebelumnya hanya ditunjukkan kepada keluarga para tawanan, berbeda dari klip lain tentang tawanan 'Israel' yang dirilis selama perang, yang biasanya menunjukkan orang 'Israel' membacakan pernyataan. Rekaman itu menunjukkan para tawanan merayakan Hanukkah pada Desember 2023 dengan menyalakan lilin dan bernyanyi, sekitar 80 hari setelah mereka ditawan dan delapan bulan sebelum mereka tewas pada Agustus 2024.

'Israel' mengatakan keenam tawanan itu dibunuh dengan ditembak dari jarak dekat oleh para penculik mereka di lingkungan Tal as-Sultan, Rafah, pada 29 Agustus 2024, dan ditemukan militer 'Israel' dua hari kemudian, sebelum jenazah mereka dikembalikan ke rumah.

Para tawanan juga diperlihatkan sedang makan saat mereka merayakan awal tahun baru 2024, serta bermain kartu dan backgammon.

Salah satu tawanan, Goldberg-Polin, diperlihatkan kehilangan bagian bawah lengan kirinya, yang hancur akibat ledakan granat selama serangan yang dipimpin Hamas di 'Israel' selatan pada 7 Oktober 2023, menurut laporan media Israel.

Keluarga para tawanan yang ditampilkan dalam rekaman tersebut merilis pernyataan yang mengatakan klip tersebut menggambarkan kemanusiaan, persatuan, dan kekuatan orang-orang yang mereka cintai.

“Menyalakan lilin di tempat gelap ini adalah esensi Yahudi dari kepahlawanan cahaya atas kegelapan,” ungkap pernyataan itu. “Hamas merekam video tersebut sebagai bagian dari rencana untuk menyebarkan propaganda, tetapi kemanusiaan keenam pahlawan itu tetap terpancar.”

Media 'Israel' melaporkan jenazah keenam tawanan tersebut ditemukan sekitar 1 km (0,6 mil) dari tempat tawanan lain, Farhan al-Qadi, diselamatkan oleh militer 'Israel' beberapa hari sebelumnya.

Pemulangan para tawanan, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, merupakan poin utama dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS antara 'Israel' dan Hamas.

Pada 13 Oktober, sesuai kesepakatan, Hamas membebaskan semua 20 tawanan 'Israel' yang masih hidup sebagai imbalan atas pembebasan 250 warga Palestina yang menjalani hukuman penjara panjang dan 1.700 warga Palestina yang hilang oleh 'Israel' sejak awal perang.

Banyak warga Palestina yang dibebaskan menggambarkan pemukulan dan pelecehan selama masa penahanan mereka di 'Israel'.

Dalam pertukaran jenazah selanjutnya, 27 dari 28 jenazah tawanan 'Israel' telah dikembalikan, serta lebih dari 300 jenazah warga Palestina, banyak di antaranya dimutilasi dan menunjukkan tanda-tanda penyiksaan dan eksekusi.

Banyak jenazah yang masih belum teridentifikasi, sehingga keluarga yang kehilangan kerabat tidak dapat menemukan ketenangan dalam masa berkabung mereka.

Hamas mengatakan membutuhkan peralatan penggalian berat untuk mengambil jenazah tawanan 'Israel' terakhir yang tersisa dari bawah reruntuhan akibat bombardir 'Israel'. (hanoum/arrahmah.id)