BAGHDAD (Arrahmah.id) -- Seorang penggembala kambing asal Irak dilaporkan tewas setelah menemukan aktivitas militer mencurigakan yang diduga terkait pangkalan rahasia 'Israel' di gurun barat Irak. Insiden tersebut memicu perhatian luas setelah laporan media internasional menyebut lokasi itu kemungkinan digunakan 'Israel' untuk mendukung operasi militernya terhadap Iran.
Dilansir The New York Times (18/5/2026), ada dua fasilitas militer rahasia dibangun di wilayah gurun Irak barat, dekat kawasan An-Nukhaib dan Najaf. Fasilitas tersebut diduga dipakai untuk dukungan udara, pengisian bahan bakar, hingga layanan medis dalam operasi Israel terkait konflik dengan Iran.
Peristiwa bermula pada Maret 2026 ketika seorang penggembala muda Irak bernama Awad al-Shammari menemukan aktivitas mencurigakan di tengah gurun. Menurut laporan media, ia melihat helikopter, tenda militer, dan area yang diduga dijadikan landasan pendaratan darurat. Awad kemudian melaporkan temuannya kepada aparat Irak.
Namun tidak lama setelah itu, Awad al-Shammari dilaporkan tewas. Sejumlah warga Badui setempat mengatakan jalur kepulangannya dihujani tembakan dari helikopter ketika ia hendak kembali ke perkemahannya. Dalam laporan lain, jasad Awad ditemukan di dalam kendaraan yang terbakar di gurun Najaf.
Dalam kutipan yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia, laporan investigasi The Wall Street Journal menyebut fasilitas tersebut merupakan “pangkalan logistik rahasia 'Israel' yang dibangun untuk mendukung operasi melawan Iran.”
Setelah menerima laporan Awad, aparat keamanan Irak mengirim patroli militer untuk menyelidiki lokasi tersebut. Namun patroli itu justru mendapat serangan dari udara dan darat. Sedikitnya satu tentara Irak dilaporkan tewas, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka. Insiden itu memperkuat dugaan adanya operasi militer rahasia di wilayah tersebut.
Media internasional menyebut fasilitas rahasia itu kemungkinan digunakan Israel selama perang 12 hari melawan Iran pada 2025 lalu. Pangkalan tersebut diduga berfungsi sebagai titik dukungan logistik bagi pasukan khusus Israel dan lokasi evakuasi pilot apabila terjadi insiden di wilayah Iran atau Irak.
Meski demikian, pemerintah Irak membantah adanya aktivitas militer 'Israel' di wilayahnya. Seorang pejabat keamanan senior Irak mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa tidak ada pangkalan asing resmi di lokasi tersebut, walaupun ia mengakui pernah terjadi operasi udara “misterius” di kawasan gurun Al-Nukhaib pada Maret lalu.
Kematian Awad al-Shammari memicu kemarahan publik Irak di media sosial. Banyak warga menyebutnya sebagai pahlawan karena berani melaporkan dugaan pelanggaran kedaulatan Irak. Sejumlah pihak juga mendesak pemerintah Irak membuka penyelidikan independen terkait kematian penggembala tersebut dan dugaan keberadaan fasilitas militer rahasia asing di wilayah Irak barat. (hanoum/arrahmah.id)
