Memuat...

Tiga Muslim Jadi Korban Penembakan 2 Remaja Kulit Putih di Islamic Center San Diego

Hanoum
Rabu, 20 Mei 2026 / 4 Zulhijah 1447 04:18
Tiga Muslim Jadi Korban Penembakan 2 Remaja Kulit Putih di Islamic Center San Diego
Tiga pria muslim yang menjadi korban seangan 2 remaja kulit putih di Islamic Center San Diego. [Foto: X]

SAN DIEGO (Arrahmah.id) -- Tiga warga Muslim teridentifikasi menjadi korban tewas dalam aksi penembakan di Islamic Center of San Diego, California, Amerika Serikat, yang dilakukan dua remaja pria kulit putih pada Senin (18/5/2026) siang waktu setempat. Polisi dan FBI kini menyelidiki insiden tersebut sebagai kemungkinan kejahatan kebencian (hate crime) bermotif Islamofobia setelah ditemukan tulisan anti-Islam dan simbol Nazi milik pelaku.

Korban tewas diidentifikasi sebagai Amin Abdullah, petugas keamanan masjid, serta dua jamaah Muslim lainnya yakni Mansour Kaziha dan Nader Awad. Ketiganya disebut berupaya melindungi jamaah dan anak-anak sekolah Islam yang berada di dalam kompleks masjid terbesar di San Diego tersebut ketika serangan terjadi.

Menurut kepolisian San Diego, seperti dilansir The Guardian (19/5), penembakan terjadi sekitar pukul 11.40 siang di Islamic Center of San Diego ketika ratusan jamaah dan murid sekolah berada di lokasi. Dua pelaku yang berusia 17 dan 18 tahun datang membawa senjata semi-otomatis dan melepaskan tembakan ke arah kompleks masjid serta sekolah Islam Al-Rashid School yang berada di area yang sama.

Media Amerika melaporkan kedua pelaku diidentifikasi sebagai Cain Clark dan Caleb Vazquez. Polisi menemukan keduanya tewas di dalam kendaraan beberapa blok dari lokasi kejadian akibat dugaan bunuh diri setelah melarikan diri dari masjid.

Kepala Kepolisian San Diego Scott Wahl mengatakan aksi Amin Abdullah kemungkinan mencegah korban yang lebih besar. Dalam kutipan yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Scott Wahl mengatakan, “Tindakannya tanpa diragukan menunda dan mengalihkan perhatian pelaku sehingga menyelamatkan banyak nyawa.”

Reuters melaporkan Amin Abdullah sempat memicu prosedur penguncian keamanan (lockdown) dan menghadang para penyerang sehingga sekitar 140 anak di dalam sekolah berhasil dievakuasi dengan selamat. Aparat menyebut keberanian para korban membantu mencegah tragedi yang lebih besar.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) wilayah San Diego menyebut penembakan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kasus Islamofobia di Amerika Serikat. Dalam pernyataannya, CAIR memuji para korban sebagai “pahlawan” karena melindungi jamaah dan anak-anak yang berada di dalam masjid saat penembakan berlangsung.

Wali Kota San Diego Todd Gloria mengecam keras aksi tersebut. Todd Gloria mengatakan, “Islamofobia tidak memiliki tempat di San Diego.”

FBI bersama kepolisian lokal kini menyelidiki manifesto, tulisan anti-Islam, serta simbol supremasi kulit putih yang ditemukan di kendaraan para pelaku. Sejumlah media internasional menyebut para remaja itu aktif di forum daring yang menyebarkan kebencian rasial dan anti-Muslim. (hanoum/arrahmah.id)