Memuat...

Operasi Militer Bersama Nigeria-AS Tewaskan 175 Anggota ISIS, Termasuk Orang Nomor Dua

Zarah Amala
Rabu, 20 Mei 2026 / 4 Zulhijah 1447 11:34
Operasi Militer Bersama Nigeria-AS Tewaskan 175 Anggota ISIS, Termasuk Orang Nomor Dua
Tentara Nigeria berpatroli dengan kendaraan tempur mereka (AFP)

ABUJA (Arrahmah.id) - Operasi militer gabungan skala besar yang diluncurkan oleh militer Nigeria dan Komando Militer AS untuk Afrika (US Africa Command/AFRICOM) dalam beberapa hari terakhir menewaskan 175 anggota ISIS di wilayah timur laut Nigeria.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nigeria, Mayor Jenderal Samaila Oba, menyatakan bahwa berdasarkan data pemantauan hingga 19 Mei 2026, korban tewas dari pihak ISIS telah mencapai 175 orang. Operasi ofensif hasil kolaborasi dengan AFRICOM ini juga berhasil menghancurkan titik-titik pos pemeriksaan, bunker penyimpanan senjata, pusat logistik, serta jaringan pendanaan yang digunakan oleh kelompok Islamic State West Africa Province (Tentara Nigeria berpatroli dengan kendaraan tempur mereka di wilayah yang berada di bawah kendali mereka (AFP)).

Dalam rilis resmi militer Nigeria pada 16 Mei 2026, serangan udara gabungan tersebut dikonfirmasi berhasil menewaskan Abu Bilal al-Manuki. Otoritas pemerintah AS dan Nigeria mengidentifikasi Al-Manuki sebagai orang nomor dua dalam struktur komando global ISIS.

Selain Al-Manuki, rangkaian serangan lanjutan pada awal pekan ini juga menewaskan dua petinggi ISWAP lainnya, yaitu: Abdul Wahab, komandan lapangan ISWAP yang diduga kuat bertindak sebagai pengawas operasi serangan dan lini propaganda kelompok dan Abu al-Muthanna al-Muhajir, pejabat media tingkat tinggi ISWAP yang merupakan orang kepercayaan dan sekutu dekat Al-Manuki.

Berdasarkan dokumen intelijen AFRICOM, Al-Manuki memiliki peran krusial sebagai direktur operasi global ISIS yang memberikan arahan strategis terkait perluasan media, jaringan finansial, serta memimpin proyek perakitan senjata, bahan peledak, hingga pengembangan teknologi pesawat nirawak (drone).

Peningkatan Keterlibatan Militer Amerika Serikat

Sejak 2009, Nigeria terus berada dalam lingkaran konflik bersenjata melawan Boko Haram serta faksi pecahannya, ISWAP. Krisis keamanan yang berkepanjangan ini telah menelan banyak korban jiwa dan memicu pengungsian internal di wilayah Afrika Barat.

Pada Februari lalu, Amerika Serikat awalnya hanya mengirimkan unit pasukannya ke Nigeria untuk menjalankan misi pelatihan militer tingkat dasar. Namun, intensitas operasi gabungan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini menunjukkan adanya pergeseran taktis, di mana militer AS kini mengambil peran yang jauh lebih aktif dan terlibat langsung dalam pertempuran darat maupun udara di Nigeria. (zarahamala/arrahmah.id)