Pelaku yang diidentifikasi sebagai Metin Ö. (37) diduga memulai aksinya dengan menembak mati mantan istrinya di distrik Çamlıyayla sebelum bergerak menuju kawasan Tarsus menggunakan mobil. Di sana, ia melepaskan tembakan ke sebuah restoran dan menewaskan pemilik serta seorang pegawai restoran tersebut.
Dilansir Anadolu dan Associated Press, (19/5) pelaku kemudian melanjutkan serangan ke sejumlah lokasi lain. Seorang penggembala kambing dan seorang sopir truk termasuk di antara korban tewas akibat rentetan tembakan tersebut. Motif penembakan hingga kini masih dalam penyelidikan aparat Turki.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan turut menyampaikan belasungkawa atas tragedi tersebut. Dalam kutipan yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Erdoğan mengatakan, “Saya memohon rahmat Tuhan bagi warga kami yang kehilangan nyawa dalam insiden ini.”
Setelah serangan berlangsung, polisi Turki melancarkan operasi besar-besaran dengan dukungan helikopter, drone, dan blokade jalan di wilayah Mersin serta Adana untuk memburu pelaku. Pengejaran berlangsung hingga dini hari sebelum aparat menemukan pelaku bersembunyi di sebuah rumah sekitar 10 kilometer dari lokasi awal penembakan.
Kantor berita Anadolu melaporkan pelaku akhirnya bunuh diri ketika aparat mengepung lokasi persembunyiannya. Dengan demikian, operasi pengejaran resmi dinyatakan berakhir pada Selasa pagi waktu setempat.
Seorang pegawai restoran yang selamat dari serangan, Mehmet Han Topal, menceritakan suasana mencekam saat pelaku mulai menembak dari luar restoran. Dalam keterangannya kepada media Turki, ia mengaku mendengar rentetan tembakan sebelum para pengunjung panik berlarian menyelamatkan diri.
Insiden di Mersin menambah kekhawatiran publik terhadap meningkatnya kekerasan bersenjata di Turki dalam beberapa bulan terakhir. Media internasional mencatat sebelumnya terjadi dua penembakan sekolah di wilayah selatan Turki pada April lalu yang menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai puluhan lainnya. (hanoum/arrahmah.id)