Memuat...

Dua Warga Palestina Tewas dalam Serangan Pemukim dan Militer 'Israel' di Deir Jarir

Zarah Amala
Senin, 20 Juli 2026 / 6 Safar 1448 11:45
Dua Warga Palestina Tewas dalam Serangan Pemukim dan Militer 'Israel' di Deir Jarir
Kota-kota dan desa-desa di Tepi Barat menyaksikan peningkatan serangan pemukim terhadap warga dan harta benda mereka (Reuters)

RAMALLAH (Arrahmah.id) - Dua warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka akibat tembakan pemukim serta militer 'Israel' dalam serangkaian serangan di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki, Senin (20/7/2026).

Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi bahwa Ouda Abdul Rahim Ouda Frakhna (53) dan Ahmad Adel Rashid Abu Makho (26) gugur setelah ditembak oleh pasukan pendudukan di Desa Deir Jarir, sebelah utara Ramallah.

Berdasarkan keterangan saksi mata kepada AFP, insiden bermula ketika sekelompok pemukim, yang mendapat perlindungan dari tentara dan polisi 'Israel', menerobos kawasan Kota Tua di desa tersebut. Mereka melakukan penggeledahan paksa di rumah-rumah dan kandang ternak, serta melakukan aksi penjarahan hewan. Warga setempat yang berusaha mempertahankan kampung halaman mereka kemudian diserang dengan tembakan peluru tajam.

Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) melaporkan bahwa pihaknya kewalahan menghadapi beberapa korban luka parah, termasuk seorang pria berusia 55 tahun yang harus menjalani resusitasi jantung paru (CPR) di dalam ambulans. Paramedis juga melaporkan bahwa pasukan 'Israel' sempat menembaki sebuah mobil ambulans yang tengah berupaya mengevakuasi korban luka menuju rumah sakit.

Kekerasan serupa juga meluas di wilayah Tepi Barat lainnya. Di Surif, sebelah selatan Hebron (Al-Khalil), gerombolan pemukim bersenjata tongkat dan pentungan menyerang warga di rumah mereka, menyebabkan seorang warga lanjut usia mengalami luka parah di bagian kepala. Pemukim juga dilaporkan sengaja melepas kawanan ternak untuk merusak lahan pertanian berbuah di Khirbet al-Homs, selatan Yatta, serta di Desa Al-Mania, sebelah timur Bethlehem.

Di wilayah utara, pasukan 'Israel' menggerebek Desa Imatin di sebelah timur Qalqilya, menahan tiga warga di sebuah tempat usaha, serta mengeluarkan pemberitahuan penghentian pembangunan di Jenin. Militer 'Israel' juga terus memperketat pembatasan gerak, termasuk melarang warga Desa Qabalan di selatan Nablus untuk kembali ke rumah mereka.

Serangan terstruktur oleh pemukim yang didukung oleh militer 'Israel' ini terus meningkat di seluruh distrik Tepi Barat. Berdasarkan data resmi Palestina per 7 Juli 2026, gelombang kekerasan dan agresi militer di Tepi Barat sejak Oktober 2023 telah merenggut nyawa 1.181 warga Palestina, melukai sekitar 13.000 orang, serta mengakibatkan penangkapan terhadap hampir 24.000 warga. (zarahamala/arrahmah.id)