Memuat...

Farahi: Pakistan Memicu Ketidakamanan di Afghanistan dengan Dukungan Asing

Hanin Mazaya
Selasa, 13 Oktober 2026 / 3 Jumadilawal 1448 16:08
Farahi: Pakistan Memicu Ketidakamanan di Afghanistan dengan Dukungan Asing
Hayatullah Muhajir Farahi. (Foto: pajhwok.com)

KUNAR (Arrahmah.id) - Hayatullah Muhajir Farahi, Wakil Menteri Informasi dan Kebudayaan bidang Publikasi, menyatakan bahwa Pakistan memicu ketidakamanan dan melakukan kegiatan destruktif di Afghanistan dengan dukungan negara-negara lain.

Dalam sebuah pertemuan di provinsi Kunar, Farahi mengatakan bahwa Pakistan ingin mengubah Afghanistan kembali menjadi medan pertempuran.

Farahi berkata: "Musuh-musuh negara kita tidak dapat menerima kemajuan yang terjadi saat ini di Afghanistan. Tujuan utama mereka hanyalah menjadikan Afghanistan sebagai pasar bagi produk-produk mereka dan tetap berada di bawah kendali mereka selamanya. Musuh-musuh Afghanistan meyakini bahwa pengalaman tahun 1990-an akan terulang dan Afghanistan akan kembali menjadi medan pertempuran."

Wakil menteri tersebut menyatakan bahwa militer Pakistan membombardir kawasan permukiman sipil di Afghanistan, sementara media Pakistan menyebarkan propaganda yang memojokkan Afghanistan dan berupaya memecah belah rakyat Afghanistan, yang melanggar prinsip-prinsip jurnalistik, lansir Tolo News (13/10/2026).

Farahi mendesak para pejabat untuk memberikan informasi secara tepat waktu kepada media dan menanggapi kekhawatiran para jurnalis.

Ia juga menekankan pentingnya akses informasi yang cepat untuk menangkal apa yang disebutnya sebagai propaganda dari media yang bias.

Farahi mengatakan: "Media Pakistan dan sejumlah media bias lainnya memicu perpecahan etnis, wilayah, dan bahasa di kalangan rakyat Afghanistan. Mereka menyebarkan propaganda dan laporan negatif, serta memproduksi berita palsu dan video rekayasa untuk menggambarkan Afghanistan sebagai tempat yang tidak aman dan kehidupan masyarakat yang tidak stabil, dengan tujuan menciptakan ketakutan dan keresahan di tengah publik."

Sementara itu, Safiullah Raed, Direktur Pemantauan Media Sosial di Kementerian Informasi dan Kebudayaan, mengajak masyarakat untuk turut serta mempertahankan pemerintahan saat ini.

Raed berkata: "Setiap orang harus berjuang dan berupaya sesuai kemampuan mereka demi kelangsungan sistem ini. Melalui upaya-upaya tersebut, Tuhan Yang Maha Esa akan kembali menyingkap kedok, mempermalukan, dan menghinakan musuh lama kita—seperti yang pernah terjadi sebelumnya—sehingga perdamaian, persatuan, dan solidaritas yang ada saat ini di negara kita akan tetap terjaga selamanya."

Pernyataan para pejabat Kementerian Informasi dan Kebudayaan mengenai media Pakistan dan media lainnya ini muncul di tengah klaim yang terus berlanjut bahwa, selama kurang lebih satu tahun terakhir, militer Pakistan membenarkan jatuhnya korban sipil akibat operasi mereka di Afghanistan dengan melabeli mereka yang tewas atau terluka sebagai anggota kelompok teroris.  (haninmazaya/arrahmah.id)