Memuat...

Punya Kru Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Kargo Ethiopian Airlines Ditolak Masuk 'Israel'

Zarah Amala
Selasa, 13 Oktober 2026 / 3 Jumadilawal 1448 11:00
Punya Kru Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Kargo Ethiopian Airlines Ditolak Masuk 'Israel'
Pesawat kargo Ethiopian Airlines dilarang memasuki wilayah udara 'Israel', akhirnya kembali ke Addis Ababa. (Getty)

TEL AVIV (Arrahmah.id) - 'Israel' menolak memberikan izin masuk kepada pesawat kargo milik Ethiopian Airlines yang hendak mendarat di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, setelah mengetahui bahwa salah satu anggota awaknya berkewarganegaraan Indonesia.

Menurut laporan Channel 13 'Israel' yang dikutip sejumlah media 'Israel' pada Senin (12/10/2026), pesawat tersebut lepas landas dari Addis Ababa, Ethiopia, menuju Bandara Ben Gurion pada Selasa (13/10) dini hari. Namun, pesawat itu tidak diizinkan memasuki wilayah udara 'Israel' setelah otoritas terkait memeriksa daftar nama awak yang berada di dalam pesawat.

Daftar awak tersebut dilaporkan baru diterima otoritas 'Israel' setelah pesawat lepas landas. Setelah mengetahui adanya awak berkewarganegaraan Indonesia, 'Israel' menolak memberikan izin masuk sehingga pesawat harus berbalik arah menuju Addis Ababa.

Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan 'Israel'. Insiden ini terjadi di tengah pengetatan pemeriksaan terhadap awak penerbangan asing setelah insiden pada penerbangan Flydubai menuju 'Israel' pada 30 September lalu.

Dalam insiden sebelumnya, penerbangan Flydubai dengan nomor FZ1073 yang dijadwalkan terbang dari Dubai menuju Tel Aviv mengalami gangguan ketika kopilotnya diduga menyerang kapten pesawat menggunakan kapak darurat di dalam kokpit.

Jaksa Agung Uni Emirat Arab (UEA), Hamad Saif al-Shamsi, menyatakan bahwa hasil penyelidikan awal menunjukkan kopilot tersebut berupaya mengambil alih kendali pesawat untuk melancarkan serangan teroris. Menurutnya, serangan itu merupakan bagian dari rencana yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Al-Shamsi mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap seluruh kronologi kejadian, motif pelaku, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terkait. Penyidik juga masih memeriksa bukti fisik dan digital serta menyelesaikan analisis teknis. Hasil akhir penyelidikan akan diumumkan setelah seluruh prosedur selesai.

Insiden tersebut mendorong otoritas 'Israel' meningkatkan pemeriksaan keamanan terhadap awak pesawat asing, terutama mereka yang berasal dari negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)