Memuat...

Mufti Chechnya: Warga Wajib Berdoa untuk Kadyrov

Hanoum
Selasa, 13 Oktober 2026 / 3 Jumadilawal 1448 05:18
Mufti Chechnya: Warga Wajib Berdoa untuk Kadyrov
Salah Mezhiev. [Foto: Chechnya Today]

GROZNY (Arrahmah.id) -- Mufti Chechnya Salah Mezhiev menyatakan warga Chechnya berkewajiban memanjatkan doa untuk pemimpin mereka, Ramzan Kadyrov. Pernyataan itu disampaikan dalam upacara pelantikan Kadyrov pada 5 Oktober 2026 di Grozny, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-50. Ucapan Mezhiev kemudian menjadi perdebatan di media sosial, terutama mengenai apakah mendoakan pemimpin merupakan kewajiban agama atau anjuran dalam Islam.

Dilansir OC Media (12/10/2026), Mezhiev mengajak masyarakat bersyukur kepada Allah atas apa yang telah diberikan kepada mereka. Ia mengutip Imam Ahmad bin Hanbal dengan mengatakan bahwa jika hanya memiliki satu doa, doa itu akan dipanjatkan untuk pemimpin. Mezhiev kemudian menegaskan bahwa warga Chechnya wajib mendoakan dan menghargai Kadyrov. Ia juga menyebut pelantikan tersebut sebagai “rahmat dari Yang Mahakuasa”.

Pernyataan tersebut menuai kritik dari sejumlah pengguna media sosial. Sebagian mempertanyakan dasar kewajiban berdoa bagi seorang pemimpin, sementara pengguna lain membela Mezhiev dengan berpendapat bahwa mendoakan penguasa merupakan bentuk harapan atas kebaikan dan kesejahteraan masyarakat. Perdebatan itu kembali mengemuka setelah media Caucasian Knot melaporkan tanggapan warganet pada 12 Oktober.

Sejumlah pakar yang diwawancarai Caucasian Knot membedakan antara mendoakan pemimpin sebagai praktik keagamaan dan menetapkannya sebagai kewajiban bagi seluruh umat. Leonid Syukiyainen, profesor hukum dan pakar hukum Islam di Higher School of Economics, mengatakan bahwa doa untuk penguasa tidak menjadi kewajiban agama hanya karena praktik tersebut dikenal di sejumlah masyarakat Muslim. Menurutnya, mendoakan seseorang diperbolehkan, tetapi menjadikannya kewajiban karena alasan politik merupakan persoalan berbeda.

Dmitry Mikulsky, peneliti senior di Institut Studi Oriental Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, menjelaskan bahwa doa untuk penguasa memang memiliki tradisi dalam sejumlah masyarakat Muslim. Namun, ia menilai praktik tersebut tidak otomatis berarti setiap Muslim diwajibkan melakukannya. Sebaliknya, seorang imam di Moskow yang diwawancarai media itu menyebut doa bagi pemimpin sebagai praktik yang lazim dan dapat dipandang sebagai bentuk harapan baik bagi masyarakat.

Pernyataan Mezhiev muncul setelah Kadyrov kembali terpilih sebagai pemimpin Republik Chechnya dalam pemilihan September 2026. Menurut Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia, Kadyrov memperoleh 99,85 persen suara. Reuters melaporkan bahwa Kadyrov merupakan sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin dan telah memimpin Chechnya sejak 2007, dengan kekuasaan luas di wilayah mayoritas Muslim di Kaukasus Utara.

Mezhiev sendiri dikenal sebagai penasihat keagamaan Kadyrov. Pada September 2026, ia juga terpilih sebagai ketua Pusat Koordinasi Muslim Kaukasus Utara, sebuah organisasi yang menghimpun sembilan badan mufti di kawasan tersebut. Beberapa waktu lalu dia ramai dibicarakan usai melarang penggunaan niqab/cadar bagi apra muslimah Chechnya. (hanoum/arrahmah.id)