RIYADH (Arrahmah.id) — Serangan yang disebut dilakukan oleh kelompok Houtsi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan sejumlah warga sipil dan melukai belasan orang lainnya. Di antara korban tewas terdapat seorang ulama dan dai asal Bangladesh yang hendak menunaikan ibadah umrah serta seorang janda asal Suriah yang telah lama tinggal di Mekkah.
Dikutip dari Al Jazeera, Senin (12/10/2026), serangan tersebut menyisakan kisah pilu para korban dari berbagai negara yang berada di bandara ketika insiden terjadi. Mereka terdiri dari calon jamaah umrah, warga sipil, dan penumpang yang sedang melakukan perjalanan.
Salah satu korban adalah Mufti dan dai asal Bangladesh, Syaikh Nasrullah Al-Badr. Ia datang ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah, tetapi meninggal dunia sebelum sempat tiba di Mekkah.
Sejumlah akun Bangladesh melaporkan bahwa sebanyak 45 dai dan pengajar dari Universitas Al-Arabiyah Rabiul Ulum berangkat untuk menunaikan umrah menggunakan penerbangan Riyadh. Rombongan tersebut dilaporkan terdampak serangan di bandara.
Saluran televisi Al-Ikhbariyah Saudi menayangkan rekaman terakhir Syaikh Nasrullah Al-Badr ketika berada di bandara, sesaat sebelum serangan terjadi. Saat itu, ia bersama sejumlah dai lainnya yang hendak menuju Jeddah untuk melaksanakan ibadah umrah.
Korban lainnya adalah Buthaina Uwaidhah, seorang janda asal Suriah yang memiliki empat anak dan telah tinggal di Mekkah selama lima tahun. Ia sedang dalam perjalanan pulang setelah mengunjungi saudara perempuannya di Riyadh ketika serangan berlangsung.
Sejumlah akun media sosial Suriah kembali mengangkat keinginan Buthaina yang pernah ia ungkapkan semasa hidupnya: “Aku ingin dimakamkan di Mekkah.”
Mereka juga membagikan tulisan terakhirnya sebelum meninggal dunia, yang berisi doa penyerahan diri kepada Allah SWT.
“Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, menghadapkan wajahku kepada-Mu, dan menyerahkan segala urusanku kepada-Mu.”
Kisah Buthaina menyentuh banyak orang karena keinginannya untuk dimakamkan di kota suci Mekkah kini kembali dikenang setelah ia meninggal dunia dalam serangan tersebut.
Kementerian Luar Negeri dan Diaspora Palestina turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga Palestina bernama Talal Ad-Dhani. Dalam pernyataannya, kementerian menyebut Talal kehilangan nyawa bersama sejumlah warga Saudi, Arab, dan warga negara lainnya dalam serangan yang mereka kecam sebagai serangan pengecut terhadap bandara.
Keluarga An-Namlah juga mengumumkan meninggalnya Maryam Al-Brahim Abdurrahman An-Namlah, yang dikenal dengan panggilan Ummu Usamah. Ia meninggal dunia akibat serangan tersebut ketika sedang dalam perjalanan menuju Madinah.
Selain korban meninggal, serangan itu juga menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka. Al-Ikhbariyah Saudi menayangkan rekaman beberapa korban yang sedang dalam perjalanan untuk menunaikan umrah, termasuk seorang dokter asal Oman yang terluka akibat serangan tersebut.
Rekaman lainnya memperlihatkan sebuah keluarga yang tengah bersiap berangkat umrah melalui bandara, serta seorang anak perempuan yang datang dari Kota Ha'il ke Riyadh untuk menjalani pengobatan.
Berbagai rekaman yang beredar memperlihatkan para calon jamaah umrah sedang bersiap menaiki pesawat sebelum serangan terjadi. Mereka datang untuk melaksanakan perjalanan ibadah, tetapi justru menghadapi situasi yang membahayakan keselamatan jiwa.
Kejadian tersebut memicu kecaman di media sosial. Sejumlah pengguna menyebut insiden itu sebagai tragedi kemanusiaan yang mengguncang nurani dan membangkitkan kemarahan umat Islam.
Pada Senin dini hari, Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi mengumumkan bahwa seorang warga negara Pakistan yang tinggal di Arab Saudi meninggal dunia dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid pada Ahad sore (11/10).
Otoritas tersebut juga menyatakan bahwa serangan itu mengakibatkan kerusakan material. Besaran kerugian masih dalam proses pendataan dan penilaian.
Sebelumnya, juru bicara koalisi mengumumkan bahwa ruang keberangkatan penumpang Terminal 4 Bandara Internasional King Khalid menjadi sasaran serangan menggunakan proyektil yang belum diketahui jenisnya hingga menyebabkan kebakaran.
Juru bicara tersebut menambahkan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah di sekitar bandara.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, berbagai kisah para korban terus beredar di media sosial, menggambarkan dampak serangan terhadap warga sipil dari berbagai latar belakang yang berada di bandara untuk melakukan perjalanan maupun menunaikan ibadah.
(Samirmusa/arrahmah.id)
