Memuat...

Terungkap Setelah 19 Tahun, Sosok Pengawal Mohammad Deif adalah Komandan Youssef Abu Jazzar

Zarah Amala
Jumat, 8 Mei 2026 / 21 Zulkaidah 1447 10:45
Terungkap Setelah 19 Tahun, Sosok Pengawal Mohammad Deif adalah Komandan Youssef Abu Jazzar
Youssef Abu Jazzar, komandan lapangan Rafah pengawal Mohammad Deif (Al Jazeera)

GAZA (Arrahmah.id) - Identitas sosok misterius yang mendampingi Panglima Tertinggi Brigade Al-Qassam, Mohammad Deif, dalam dokumenter ikonik Al Jazeera pada 2006 akhirnya terungkap. Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, secara resmi mengumumkan bahwa pria tersebut adalah Youssef Abu Jazzar (44), seorang komandan lapangan di Brigade Rafah yang dikenal dengan julukan Abu Mohammad Yoka.

Selama hampir dua dekade, sosok pengawal yang berdiri kokoh dengan senapan di samping Deif dalam video In the Guest of the Rifle menjadi teka-teki publik. Pengumuman ini disampaikan melalui saluran resmi Telegram Al-Qassam dalam seri video Moons of Al-Aqsa Flood yang menghormati para pejuang yang gugur.

Youssef Abu Jazzar (Al Jazeera)

Kesetiaan dan Rahasia yang Dibawa Hingga Liang Lahat

Keluarga mendiang Abu Jazzar mengaku baru mengetahui peran penting tersebut setelah pengumuman resmi dari Al-Qassam. Istrinya, Zainab al-Shaer, mengungkapkan bahwa suaminya adalah sosok yang sangat tenang, penyayang, namun luar biasa tertutup mengenai tugas militernya.

"Saya sudah menduga sejak lama karena sifat pekerjaannya. Saya bahkan pernah bertanya tentang foto yang mirip dengannya bersama Mohammad Deif, tapi dia hanya diam dan tidak pernah membocorkan rahasia itu," ujar Zainab kepada Al Jazeera.

Zainab menceritakan bahwa selama Banjir Al-Aqsha, Abu Jazzar menghilang selama sembilan bulan berturut-turut untuk bertugas di medan tempur sebelum akhirnya mereka bertemu kembali di pengungsian Rafah.

Detik-Detik Terakhir di Tenda Pengungsian

Youssef Abu Jazzar gugur pada 18 Maret 2025 dalam sebuah serangan udara 'Israel' yang menargetkan tenda pengungsian keluarganya. Zainab mengenang detik-detik terakhir saat drone 'Israel' memenuhi langit Gaza.

"Dia baru saja melangkah keluar tenda ketika pecahan peluru rudal mengenai tubuhnya. Dia gugur di pangkuan saya. Kata-kata terakhir yang dia ucapkan kepada saya dan putri kami adalah: 'Pakailah hijab kalian'," kenang Zainab dengan penuh haru.

Sepeninggal suaminya, Zainab melahirkan anak ketujuh mereka yang kemudian diberi nama Youssef, sesuai nama sang ayah, meski sebelumnya mendiang suaminya sempat mengusulkan nama Yahya.

Fajar Kebanggaan bagi Keluarga

Ayah sang pejuang, Mohammad Abu Jazzar, menyatakan kebanggaannya atas jalan hidup yang dipilih putranya sejak 2000. Ia menyebut Youssef sebagai penghafal Al-Qur'an yang taat dan memiliki kecerdasan keamanan yang tinggi sejak usia muda.

"Bahkan setelah dia gugur, Allah mengangkat derajatnya dengan terungkapnya identitasnya sebagai pendamping Panglima Deif. Ribuan orang kini mendoakannya," kata sang ayah.

Senada dengan sang ayah, kakak tertua Youssef, Iyad, mengaku terkejut namun bangga. Ia menyebut adiknya selalu merindukan syahid dan sangat mencintai tanah airnya, sejalan dengan nilai-nilai perjuangan yang ia yakini. (zarahamala/arrahmah.id)