Memuat...

Hamas Sebut 'Israel' Geser Garis Kuning dan Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata

Zarah Amala
Jumat, 21 November 2025 / 1 Jumadilakhir 1447 10:15
Hamas Sebut 'Israel' Geser Garis Kuning dan Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata
Seorang pria Palestina berjalan di dekat tanda yang menandai garis kuning di kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza tengah (AFP)

GAZA (Arrahmah.id) - Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) pada Kamis (20/11/2025) menyatakan bahwa 'Israel' melakukan pelanggaran terang-terangan dengan terus-menerus menggeser “garis kuning” ke arah barat setiap hari, yang menyebabkan gelombang pengungsian baru bagi warga Palestina.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui aplikasi Telegram, Hamas menegaskan bahwa perubahan terhadap garis kuning tersebut bertentangan dengan peta yang telah disepakati dalam perjanjian penghentian perang.

Hamas pun menyeru para mediator untuk menekan 'Israel' agar segera menghentikan pelanggaran tersebut.

Garis kuning merupakan batas yang ditarik mundur oleh pasukan pendudukan 'Israel' sebagai bagian dari tahap pertama perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober lalu.

Pernyataan Hamas ini muncul setelah serangan baru yang dilakukan 'Israel' mengakibatkan 35 warga Palestina gugur dan puluhan lainnya terluka, dengan dalih bahwa tembakan dilakukan ke arah pasukan 'Israel' dari area di belakang garis kuning, klaim yang dibantah Hamas.

Sementara itu, Kantor Media Pemerintah di Gaza menyebut bahwa militer 'Israel' telah mengubah lokasi penanda garis kuning dan memperluas wilayah yang mereka kuasai di bagian timur Kota Gaza hingga sejauh 300 meter di lingkungan Syuja'iyya dan Tuffah.

Lembaga tersebut mencatat adanya sekitar 400 pelanggaran 'Israel' sejak gencatan senjata diberlakukan, yang telah menyebabkan lebih dari 300 warga Palestina syahid.

Kantor Media Pemerintah menyerukan kepada para mediator dan pihak penjamin perjanjian untuk mengambil langkah serius menghentikan kejahatan 'Israel' dan memaksa mereka mematuhi perjanjian gencatan senjata serta protokol kemanusiaan.

Sebaliknya, militer 'Israel' mengklaim bahwa pasukan Brigade Kfir beroperasi di wilayah garis kuning di Jalur Gaza sesuai dengan perjanjian gencatan senjata dan arahan kepemimpinan politik. Mereka menyatakan pasukan tersebut menjalankan misi defensif dan “membersihkan” area tersebut.

Dalam pernyataannya, militer 'Israel' mengatakan bahwa pasukan itu menghancurkan apa yang mereka sebut sebagai “infrastruktur teroris” yang digunakan kelompok perlawanan untuk menyerang tentara. Mereka juga mengklaim menemukan sebuah peluncur berisi empat roket yang diarahkan ke 'Israel', serta sejumlah senjata, bahan peledak, senapan, granat, dan seragam militer. (zarahamala/arrahmah.id)