KOHAT (Arrahmah.id) -- Sedikitnya 27 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri yang terjadi saat shalat Jumat di sebuah masjid di kompleks kepolisian di Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, Jumat (18/9/2026). Ledakan tersebut kemudian diikuti baku tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata yang berupaya memasuki kompleks polisi.
Menurut Kepala Kepolisian Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Zulfikar Hameed, seperti dilansir Al Jazeera (18/9), serangan terjadi ketika polisi, anggota keluarga mereka, dan warga lainnya sedang melaksanakan shalat Jumat di masjid yang berada di kawasan Old Police Lines, Kohat.
Menurut Zulfiqar, sebuah kendaraan yang membawa bahan peledak menabrak bagian luar kompleks sebelum meledak. Setelah ledakan, sejumlah penyerang bersenjata berusaha menerobos masuk dan terlibat baku tembak dengan aparat.
Ledakan menyebabkan bagian masjid dan dinding kompleks polisi rusak parah. Tim penyelamat kemudian dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari lokasi kejadian, sementara rumah sakit setempat menerima puluhan korban luka.
Laporan Arab News menyebut sedikitnya 103 orang terluka dalam serangan tersebut, termasuk 73 polisi dan 30 warga sipil, meskipun angka korban luka berbeda dalam sejumlah laporan awal.
Setelah ledakan pertama, terjadi serangan lanjutan dan baku tembak di dalam kompleks. Polisi mengatakan sedikitnya tujuh penyerang memasuki kawasan tersebut dan berhadapan dengan aparat. Laporan media Pakistan menyebut sejumlah penyerang tewas dalam operasi keamanan, sementara aparat melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada pelaku lain yang masih berada di dalam kompleks.
Klaim mengenai pelaku juga belum sepenuhnya seragam. Al Jazeera melaporkan sebuah faksi yang terkait dengan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, Reuters dalam laporan awalnya menyebut belum ada kelompok yang segera mengaku bertanggung jawab.
Pemerintah Pakistan mengecam serangan tersebut dan memerintahkan percepatan operasi penyelamatan serta penanganan korban. Presiden Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan meminta aparat memastikan para korban luka memperoleh perawatan medis. (hanoum/arrahmah.id)
