Memuat...

Pertempuran di Yaman Menyebabkan 112.000 Orang Mengungsi

Hanin Mazaya
Jumat, 18 September 2026 / 7 Rabiulakhir 1448 18:41
Pertempuran di Yaman Menyebabkan 112.000 Orang Mengungsi
Foto yang dirilis oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) ini memperlihatkan warga Yaman yang mengungsi di Obock, Djibouti, setelah mereka menyeberangi Selat Bab el-Mandeb dari Yaman, Sabtu, 12 September 2026. (Foto: Mohamed Ibrahim/IOM via AP)

SANA'A (Arrahmah.id) - Setidaknya 112.000 orang telah mengungsi di dalam wilayah Yaman dalam dua minggu terakhir akibat pertempuran yang terus berlanjut di sepanjang pantai barat negara itu di tengah konflik yang kembali memanas, sementara hampir 3.000 orang melarikan diri melalui jalur laut ke Djibouti, demikian disampaikan badan migrasi PBB pada Jumat (18/9/2026).

Pemerintah Djibouti sedang bersiap menghadapi kedatangan hingga 10.000 pengungsi—situasi yang akan memberikan tekanan berat terhadap layanan kesehatan dan pendidikan negara tersebut, ujarnya.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB menyatakan bahwa warga melarikan diri menggunakan perahu yang penuh sesak dan tiba dengan persediaan makanan serta air yang sangat terbatas, lansir Reuters.

Sebagian besar orang yang melarikan diri adalah keluarga Yaman yang mencari perlindungan di Djibouti, namun IOM juga mulai mendapati sejumlah kecil migran—terutama dari Ethiopia—yang menuju ke arah yang sama.

Selain itu, pihak berwenang di Somaliland dan Puntland juga melaporkan peningkatan jumlah kedatangan dari Yaman, termasuk pengungsi Yaman dan pengungsi Somalia yang kembali ke tanah air, meskipun untuk saat ini jumlahnya masih berkisar di angka ratusan, menurut UNHCR.

Badan-badan PBB menggambarkan pertempuran terbaru ini sebagai krisis yang menumpuk di atas berbagai krisis lainnya, mengingat layanan kesehatan dan perekonomian negara tersebut telah hancur akibat perang berkepanjangan antara pasukan pemerintah yang diakui secara internasional dan kelompok Houtsi, yang telah memicu salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia. (haninmazaya/arrahmah.id)