Memuat...

Senjata Curian dari Gudang Militer 'Israel' Beredar di Tangan Geng Kriminal

Zarah Amala
Jumat, 18 September 2026 / 7 Rabiulakhir 1448 12:01
Senjata Curian dari Gudang Militer 'Israel' Beredar di Tangan Geng Kriminal
Media 'Israel': Militer mungkin tidak menyadari jumlah senjata dan amunisi yang dicuri dari gudang mereka dan beredar di luar gudang tersebut (KAN).

TEL AVIV (Arrahmah.id) - Sejumlah senjata dan amunisi yang dicuri dari gudang militer 'Israel' selama perang dilaporkan telah beredar di tangan organisasi kriminal. Senjata tersebut antara lain rudal antiranjau LAW, mortir, hingga drone yang dapat membawa bahan peledak.

Laporan media 'Israel' pada Kamis (17/9/2026) menyebut militer 'Israel' kemungkinan tidak mengetahui secara pasti jumlah senjata dan amunisi yang hilang dari gudang mereka. Polisi juga mengkhawatirkan senjata tersebut dapat digunakan untuk menyerang fasilitas keamanan di masa mendatang.

Menurut Kan, dalam pekan ini sedikitnya dua insiden di wilayah Arab Sajur dan Jaljulia melibatkan penggunaan rudal LAW. Harga senjata yang rendah di pasar gelap serta pola sejumlah kasus menunjukkan dugaan pencurian besar-besaran dari gudang unit militer yang dibuka selama perang.

Media tersebut menyebut amunisi yang hilang dapat dengan mudah dicatat sebagai amunisi yang digunakan dalam operasi militer. Kondisi ini menyulitkan otoritas menentukan jumlah sebenarnya yang dicuri dari pangkalan militer.

Polisi Khawatir Serangan ke Markas

Channel 12 'Israel' melaporkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan pimpinan kepolisian. Seorang pejabat polisi mengatakan organisasi kriminal di wilayah Segitiga dan 'Israel' utara diperkirakan memiliki sedikitnya 10 rudal LAW dan puluhan mortir. Sebagian mortir disebut digunakan untuk membuat alat peledak.

Polisi masih menyelidiki penembakan rudal LAW ke arah rumah seorang anggota polisi perbatasan di Sajur pada pekan lalu. Rekaman menunjukkan seorang pria bertopeng meluncurkan rudal yang menghantam rumah tersebut sebelum melarikan diri.

Seorang pejabat senior polisi memperingatkan bahwa serangan berikutnya bisa saja menyasar kantor polisi. Ia menyebut pangkalan militer 'Israel' telah berubah menjadi sumber senjata bagi organisasi kriminal yang mencuri bom, bahan peledak, dan berbagai peralatan tempur.

Pejabat polisi lainnya memperingatkan bahwa penyebaran senjata tersebut pada akhirnya dapat menimbulkan “bencana besar.”

Penggunaan drone dalam aktivitas kriminal juga dilaporkan meningkat. Kan menyebut sebuah insiden di Nazareth pada pekan ini, ketika sebuah granat dijatuhkan dari drone.

Jumlah kasus kriminal yang melibatkan granat meningkat tajam, dari 75 kasus pada 2023 menjadi 988 kasus pada 2024, atau hampir tiga kasus per hari.

Investigasi unit Lahav 433 kepolisian 'Israel' juga menemukan bahwa sejumlah perusahaan di komunitas Badui membeli ratusan drone berukuran besar yang dirancang membawa muatan. Pembelian tersebut diduga dilakukan menggunakan faktur palsu.

Drone-drone itu kemudian tidak ditemukan dan keberadaannya saat ini tidak diketahui. Kan menyebut ada dugaan drone tersebut telah berada di luar kendali aparat dan digunakan untuk aktivitas penyelundupan.

Otoritas keamanan 'Israel', termasuk polisi, militer, Shin Bet, dan lembaga keamanan lainnya, dinilai masih tertinggal dalam memahami skala ancaman penggunaan drone.

Mereka memperingatkan teknologi tersebut dapat berkembang dari kejahatan biasa menjadi serangan bermotif keamanan, termasuk penggunaan drone untuk menjatuhkan granat, membawa bahan peledak, atau melakukan serangan dengan drone bermuatan bahan peledak.

Lebih dari 100 Ribu Peluru Dicuri

Data penyelidikan polisi militer 'Israel' yang dirilis pada Mei menunjukkan sekitar 200 kasus pencurian besar dari pangkalan militer dalam dua tahun terakhir.

Sejumlah kasus yang tercatat antara 2024 dan 2026 antara lain pencurian 30.000 peluru dari pangkalan Sde Teiman di 'Israel' selatan dan 70.000 peluru dari pangkalan militer di 'Israel' utara serta Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Dengan demikian, jumlah peluru yang dilaporkan dicuri dari pangkalan militer 'Israel' telah mencapai lebih dari 100.000 butir. (zarahamala/arrahmah.id)