Memuat...

IRGC Klaim Serang Kapal Tanker Berbendera Togo di Selat Hormuz

Zarah Amala
Jumat, 18 September 2026 / 7 Rabiulakhir 1448 10:33
IRGC Klaim Serang Kapal Tanker Berbendera Togo di Selat Hormuz
Garda Revolusi Iran menyebut kapal tanker minyak yang menjadi sasaran berupaya melintasi Selat Hormuz secara ilegal (Reuters/Arsip).

TEHERAN (Arrahmah.id) - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan sebuah kapal tanker minyak berbendera Togo di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA, Komandan Angkatan Laut IRGC Laksamana Ali Azmaei mengatakan kapal tanker Trend berusaha melintasi Selat Hormuz secara ilegal setelah mendapat dorongan dan informasi yang menyesatkan dari militer Amerika Serikat.

Menurut Azmaei, pasukan Iran kemudian menargetkan kapal tersebut dan memaksanya berhenti setelah terjadi kebakaran di atas kapal.

Sebelumnya, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) pada Kamis malam (17/9/2026) melaporkan adanya insiden keamanan di Selat Hormuz, sekitar 16 mil laut atau 29,5 kilometer timur laut Khasab, Oman. Namun, belum dapat dipastikan apakah insiden tersebut melibatkan kapal yang disebut IRGC.

Insiden tersebut terjadi ketika lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz terus menurun akibat pembatasan keamanan.

Data awal pelacakan kapal pada Kamis (17/9) menunjukkan hanya tiga kapal pengangkut komoditas penting yang melintasi selat tersebut pada Rabu. Jumlah itu turun dari 12 kapal sehari sebelumnya dan jauh di bawah rata-rata 10 hari terakhir yang mencapai sekitar 17 kapal per hari.

Sebelum perang Iran pecah pada 28 Februari, sekitar 125 kapal komersial besar melintasi Selat Hormuz setiap hari, termasuk kapal tanker minyak dan gas serta kapal pengangkut barang dan kontainer.

Sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia melewati selat tersebut.

Saat ini, Selat Hormuz menjadi titik pertemuan sejumlah jalur dan pembatasan pelayaran. Di satu sisi, AS memberlakukan blokade terhadap pergerakan kapal dari dan menuju pelabuhan Iran. Di sisi lain, Iran mengisyaratkan kemungkinan menetapkan zona terlarang, sementara Teheran juga disebut sedang membahas jalur pelayaran dengan Oman. Washington sendiri menyatakan akan melindungi jalur tersebut untuk menjaga kebebasan navigasi.