Memuat...

Kemenbud Bakal Teliti Dampak Budaya "Sound Horeg" Usai Dilaporkan Telan Korban Jiwa

Ameera
Jumat, 18 September 2026 / 7 Rabiulakhir 1448 11:18
Kemenbud Bakal Teliti Dampak Budaya "Sound Horeg" Usai Dilaporkan Telan Korban Jiwa
Kemenbud Bakal Teliti Dampak Budaya "Sound Horeg" Usai Dilaporkan Telan Korban Jiwa

JAKARTA (Arrahmah.id) — Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, menyatakan bahwa pemerintah terus mengamati setiap dinamika dan ekspresi budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

Pengamatan ini dilakukan guna mengkaji potensi pengembangan positif sekaligus memastikan aspek keamanan secara menyeluruh.

Pernyataan tersebut disampaikan Giring saat merespons kabar dugaan adanya tiga korban jiwa yang diakibatkan oleh penggunaan sound horeg pada awal September 2026.

Ia menegaskan bahwa kementerian akan menelaah persoalan ini secara lebih teliti jika dampaknya sampai menimbulkan korban jiwa.

"Yang jelas, setiap ekspresi budaya kan pasti Kementerian Kebudayaan selalu amati dan kita selalu lihat mana yang berdampak. Mana yang dampaknya memang harus kita pastikan, nanti dari Kementerian Kebudayaan pasti akan baca lagi, akan lebih teliti lagi," ujar Giring kepada wartawan usai peresmian pameran fotografi Constelaciones Vivas: Stories and Identity of Latin America di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

Giring menambahkan, langkah lanjutan akan diambil setelah kementerian mempelajari penyebab kejadian tersebut secara mendalam. Ia juga berencana melaporkan insiden ini kepada Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, guna meminta arahan strategis.

"Kebetulan Pak Menteri sedang bertugas di tempat lain, nanti saya akan langsung report dan meminta arahan dari beliau. Kalau dampaknya sampai ada yang meninggal, dari Kementerian Kebudayaan pasti akan baca lagi dengan lebih teliti soal penyebabnya," imbuhnya.

Sebelumnya, fenomena karnaval yang menampilkan sound horeg kembali menjadi sorotan setelah memakan korban jiwa di Jawa Timur. Tercatat dalam kurun waktu sebulan, tiga orang meninggal dunia akibat rangkaian aktivitas tersebut, yang melibatkan warga biasa hingga kru serta penyewa.

Salah satu insiden menimpa seorang pria berinisial SN (29) yang tewas saat tertidur di atas truk bermuatan sound horeg yang sedang melaju.

Korban mengalami luka fatal di kepala setelah terbentur gapura saat kendaraan melintas di Jalan Krasak, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa.

"Kejadiannya hari Minggu, 2 Agustus 2026, saat kendaraan melintas di bawah gapura pembatas desa," terang Komandan Regu 1 Unit Gakkum Satlantas Polres Jember, Aiptu Hasan Basri, dalam keterangan pers yang diterima pada Jumat (18/9/2026).

(ameera/arrahmah.id)