PARIAMAN (Arrahmah.id) - Kondisi tiga siswa MTsN 1 Kota Pariaman, Sumatera Barat, yang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) memburuk hingga harus dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.
Ketiga siswa tersebut dirujuk untuk mendapatkan perawatan intensif sejak Rabu (16/9/2026).
Sebelumnya, mereka telah menjalani perawatan di RSUD M Yamin dan RSUD Sadikin Kota Pariaman selama dua hari. Namun, kondisi ketiganya tidak kunjung membaik, bahkan tekanan darah dan denyut nadi mereka mengalami penurunan.
Tiga Siswa Dirujuk Bertahap
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, mengatakan bahwa proses rujukan dilakukan secara bertahap sejak Rabu pagi berdasarkan kondisi kesehatan para korban.
"Semua korban berjenis kelamin perempuan. Penambahan satu orang dirujuk pada Rabu pukul 18.00 WIB, sedangkan dua lainnya sudah dirujuk sejak pagi harinya," ujar Rudy saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026).
Ia menjelaskan, dua siswa yang lebih dahulu dirujuk dikarenakan tekanan darah dan denyut nadi mereka menurun. Sementara itu, satu siswa lainnya dirujuk setelah menjalani pemeriksaan lanjutan atas rekomendasi dokter di RS TMC Kota Pariaman.
Bagian dari 128 Siswa yang Alami Gejala
Rudy menjelaskan bahwa ketiga siswa tersebut merupakan bagian dari 128 siswa yang mengalami gejala keracunan usai menyantap hidangan MBG pada Senin (14/9/2026). Sebelumnya, para siswa mengeluhkan sejumlah gejala seperti pusing, mual, hingga muntah.
Sempat tercatat lima siswa yang menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Sadikin dan RSUD Prof. M. Yamin Pariaman. Namun, setelah dua hari dirawat, kondisi tiga di antaranya menurun sehingga membutuhkan penanganan medis tingkat lanjut di rumah sakit tipe A.
"Rujukan ini dilakukan agar pengobatan bisa lebih intensif. Kami khawatir ada kelainan atau komplikasi, sehingga diputuskan untuk dibawa ke RSUP M Djamil," kata Rudy.
Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kota Pariaman masih terus memantau perkembangan kondisi para siswa yang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis tersebut.
(ameera/arrahmah.id)
