Memuat...

IRGC Sebut 560 Tentara AS Tewas atau Terluka, AS Tolak Klaim Tersebut

Zarah Amala
Senin, 2 Maret 2026 / 13 Ramadan 1447 08:58
IRGC Sebut 560 Tentara AS Tewas atau Terluka, AS Tolak Klaim Tersebut
IRGC klaim 560 personel AS tewas dan terluka (Foto: Kurdistan24)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Dunia internasional kini dihadapkan pada dua narasi yang bertolak belakang mengenai dampak serangan balasan Iran terhadap basis militer Amerika Serikat. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menimbulkan ratusan korban jiwa, sementara Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah keras angka tersebut dan melaporkan kerugian yang jauh lebih kecil.

Melalui pernyataan resmi pada Ahad (1/3/2026), IRGC mengumumkan bahwa gelombang ketujuh dan kedelapan dari serangan rudal dan drone mereka telah menghantam berbagai fasilitas militer AS dan 'Israel'.

Iran mengeklaim sekitar 560 personel militer AS tewas atau terluka. Lokasi yang menjadi sasaran meliputi Pangkalan Ali Al Salem di Kuwait, infrastruktur maritim di Pangkalan Mohammed Al-Ahmad, serta fasilitas angkatan laut AS di Pelabuhan Salman, Bahrain.

Iran juga mengeklaim serangan rudal balistik terhadap kompleks perumahan personel AS di Bahrain, serangan terhadap kapal tanker di Teluk, serta serangan terhadap kapal induk USS Abraham Lincoln.

Sebaliknya, CENTCOM merilis pernyataan yang sangat kontras dengan klaim Teheran. Washington mengonfirmasi 3 tentara AS tewas dan 5 luka parah. Terdapat laporan mengenai beberapa personel yang mengalami gegar otak ringan dan luka serpihan, namun sebagian besar telah kembali bertugas.

Juru bicara CENTCOM menolak angka ratusan korban yang dirilis Iran dan menyebutnya sebagai informasi palsu. Washington enggan merilis detail lebih lanjut dengan alasan operasi tempur yang masih berlangsung.

Perbedaan angka yang sangat mencolok ini (560 vs 8) menunjukkan bahwa data korban kini menjadi instrumen komunikasi strategis dalam peperangan modern.

Sulit untuk memverifikasi angka pasti dari kedua belah pihak saat ini. Namun, pengamat militer menilai Washington mungkin mengadopsi taktik pembatasan pengungkapan korban guna meminimalkan gejolak domestik dan mencegah kemenangan psikologis bagi Iran. Di sisi lain, Teheran mungkin melebih-lebihkan angka untuk memperkuat narasi pencegahan dan ketahanan mereka di mata regional. (zarahamala/arrahmah.id)