Memuat...

'Israel' Akhirnya Serahkan 30 Jenazah Tahanan Palestina

Hanoum
Sabtu, 1 November 2025 / 11 Jumadilawal 1447 05:10
'Israel' Akhirnya Serahkan 30 Jenazah Tahanan Palestina
Tampilan drone menunjukkan orang-orang berkumpul untuk menguburkan jenazah warga Palestina yang tidak teridentifikasi, yang ditahan di Israel selama perang, di sebuah lokasi pemakaman massal setelah mereka diserahkan oleh Israel, di tengah gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza, di Deir Al-Balah, Gaza, 22 Oktober 2025. [Foto: Dawoud Abu Alkas/Reuters]

GAZA (Arrahmah.id) -- 'Israel' telah menyerahkan 30 jenazah tahanan Palestina ke Gaza, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung. Hal itu dilakukan setelah kelompok perlawanan Palestina Hamas sebelumnya memulangkan dua jenazah sandera kepada Tel Aviv.

Dilansir AFP (31/10/2025), Kompleks Medis Al-Nasser di Khan Younis, telah mengonfirmasi bahwa jenazah tahanan Palestina telah diterima dari pihak 'Israel'.

"Jenazah 30 tahanan Palestina telah diterima dari pihak 'Israel' sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran," kata otoritas Kompleks Medis Al-Nasser kepada AFP.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, 'Israel' akan mengembalikan 15 jenazah warga Palestina yang tewas dalam penahanannya untuk setiap jenazah sandera 'Israel' yang diserahkan oleh Hamas.

Dua jenazah sandera baru saja diserahkan Hamas kepada 'Israel' pada Kamis (30/10) waktu setempat. Sebagai imbalannya, Tel Aviv menyerahkan 30 jenazah tahanan Palestina ke Jalur Gaza.

Penyerahan jenazah tersebut menjadikan jumlah jenazah tahanan Palestina yang telah dipulangkan 'Israel' sejauh ini menjadi 225 jenazah.

Jenazah-jenazah tahanan Palestina itu dibawa ke Al-Nasser oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC), setelah diserahkan oleh 'Israel'. ICRC selalu memfasilitasi pertukaran jenazah tahanan Palestina dan jenazah sandera 'Israel' selama gencatan senjata Gaza berlangsung.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku 10 Oktober lalu, Hamas telah menyerahkan semua 20 sandera yang masih hidup kepada 'Israel'.

Kelompok tersebut juga telah mulai memulangkan 28 jenazah sandera, yang dilaporkan hilang, secara bertahap. Namun prosesnya lambat, yang membuat kemarahan 'Israel' memuncak. Hamas mengakui adanya kesulitan mencari jenazah sandera karena banyak puing yang disebabkan pengeboman 'Israel' yang menghancurkan Jalur Gaza.

Sejauh ini, Hamas baru memulangkan 15 jenazah sandera yang telah diidentifikasi sebagai warga negara 'Israel' dan dua jenazah pekerja asing -- satu warga Thailand dan satu lagi warga Nepal.

Hamas juga telah memulangkan sebagian jenazah seorang sandera 'Israel' yang telah ditemukan, serta satu jenazah tidak teridentifikasi yang tidak terdaftar di antara 28 sandera yang dilaporkan hilang itu.

Terdapat 10 jenazah sandera yang diperkirakan masih berada di Jalur Gaza, ditambah satu jenazah lagi yang hilang sejak tahun 2014 di sana. Semuanya merupakan warga negara 'Israel', kecuali satu warga negara Tanzania dan satu warga negara Thailand. (hanoum/arrahmah.id)